"Orang sudah jenuh ke Bali selatan, sudah penuh dan macet. Ini bahaya untuk Bali," ujar Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyanya dalam jumpa pers Buleleng Bali Dive Festival di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (15/10/2015).
Putu Agus menambahkan, potensi wisata di Bali utara sebenarnya tidak kalah cantik. Ada Pantai Lovina tempatnya turis melihat lumba-lumba yang mana juga bisa disambangi dengan kapal yacht, Pemuteran yang desanya indah dan teluknya punya dunia bawah laut yang kaya terumbu karang, air terjun dan dua danau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Putu Agus mengakui, kawasan Bali utara begitu sulit dijangkau turis. Jarak dari Bandara Ngurah Rai ke sana saja bisa mencapai 3 jam. Apalagi, pembangunan bandara di Bali utara yang sudah lama dicanangkan belum terwujud juga.
"Bandara Ngurah Rai itu sudah crowded. Sudah over capacity," katanya.
Menpar Arief Yahya yang juga datang dalam acara tersebut angkat suara. Tahun 2019, Bali ditargetkan untuk mendatangkan 10 juta turis. Tapi pertanyaannya, lanjut Arief, bisakah Bali mampu menampung jumlah turis yang sebegitu banyaknya?
"Bali itu harusnya mampu, asal disatukan Bali barat, timur dan utara. Apalagi utara, yang terpusat di Pemuteran," ujarnya.
Maka dari itu, Arief mendukung penuh pembangunan di Bali utara yang sebenarnya sudah ada dua tempatnya yakni di Kubutambahan atau di Pemuteran. Atau, pemerintah membangun jalan tol yang mampu memangkas waktu tempuh dari Bandara Ngurah Rai ke Bali utara.
"Soal destinasi Bali utara, saya tidak ragu lagi," pungkas Arief.
(rdy/adit)










































