Dalam beberapa kali penyataan resmi ke publik, Kemenpar dalam hal ini melalui Menpar Arief Yahya menyampaikan kepada publik target wisatawan mancanegara untuk 2015. Jika publik mencermati dari awal, angka yang dibidik rupanya naik turun.
Ketika Kabinet Kerja Presiden Jokowi mulai bekerja, Menpar Arief Yahya sudah ditanya soal target wisatawan untuk tahun 2015. Dari angka 9,5 juta 2014, Menpar untuk tahun 2015 hanya membidik tambahan 500.000 wisman menjadi 10 juta saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan melakukan quickwin. Konsep ini bisa memenuhi target secara cepat dan menaikkan confidence," kata Menpar, Arief Yahya saat kunjungan kerja terkait revitalisasi Kota Tua, Jakarta Pusat, Rabu 29 Oktober 2014 silam.
Kemudian bergulirlah aneka rencana pembebasan visa untuk wisatawan dari sejumlah negara, beberapa bulan kemudian. Pada Kamis 5 Februari 2015, dipanggil lah Menpar Arief Yahya oleh Wapres Jusuf Kalla untuk merevisi target optimistis kunjungan wisman ditambah menjadi 12 juta wisman.
"Tadi sudah sepakat tadinya target 10 juta dinaikan jadi 12 juta untuk wisman 2015. Karena kita confidence, wapres juga merasa nyaman dengan performance kita," kata Arief Yahya.
Kemudian, Arief mengulas performa pariwisata tahun 2014 yang rata-rata ada kunjungan 775 ribu wisman dari Januari-November. Desember 2014 malah naik jadi 915 ribu wisman. Itu menjadi dasar optimisme pemerintah. Namun, pertengahan 2015 kondisi pariwisata tidak sesuai harapan.
Kondisi ekonomi global menurun, letusan Gunung Raung dan abunya yang kemana-mana membuat banyak penerbangan terganggu di puncak liburan musim panas. Asap juga menjadi hambatan bagi para traveler. Awal Oktober 2015, Menpar Arief Yahya dalam pernyataanya, optimistis dengan jumlah kunjungan wisman di angka 10 juta orang saja.
"Ada beberapa tantangannya, terkait ekonomi dunia, debu di Raung serta asap di Sumatera dan Kalimantan yang menganggu penerbangan. Asalkan 3 bulan terakhir itu rata-rata 1 juta, saya yakin tercapai. Meski terus terang, saya akui cukup berat," kata Arief di kantornya pada Kamis 15 Oktober 2015 lalu.
Hmm, jadi mana yang benar 10 juta wisman atau 12 juta wisman? 10 Juta wisman adalah rencana semula Kemenpar, sedangkan 12 juta wisman adalah revisi target dari pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla. Dijumpai usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2015, Arief mengatakan angka yang betul adalah 10 juta wisman saja.
"Dari dulu juga 10 juta wisman kok. Sudah dulu ya, lagi ada tamu," ujar dia di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Kamis (29/10/2015).
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh