Raja Ampat dianggap sebagai destinasi liburan mahal di dalam negeri. Walaupun begitu, ada cara untuk liburan murah di sana, namun syarat dan ketentuan berlaku.
Raja Ampat memang bagaikan sekeping surga yang jatuh ke Bumi. Namun wisata ke sana memang biasanya dianggap mahal, dana yang dihabiskan bisa mencapai belasan hingga puluhan juta. Lokasinya yang jauh dan harga bahan bakar yang mencapai Rp 15 ribu per liter menjadi dua alasan kenapa Raja Ampat mahal.
Tapi tenang saja, masih ada cara untuk memangkas bujet liburan. Traveler bisa bepergian ala backpacker, dengan mengganti speedboat menjadi kapal ferry dan tidak menginap di resor mahal melainkan di homestay.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Sorong, wisatawan bisa naik kapal ferry tujuan Misool dengan biaya Rp 200 ribu sekali jalan, seperti KM Fajar Indah, Fajar Baru, Fajar Mulia. Kapal akan berangkat dari Sorong pada hari Selasa tengah malam pukul 00.00 WIT dan berhenti di berbagai kampung di Misool.
"Kapal ferry pergi pulang Rp 400 ribu dari pelabuhan ferry, pelabuhan rakyat. Berhenti langsung di Misool, Fafanlap, Harapan Jaya, Yellu," ujar Siti Aminah, Koordinator Tarif Jasa Lingkungan BLUD UPTD KKP Raja Ampat kepada detikTravel di kantor Raja Ampat Conservation and Tourism Information Center, Sorong, pekan lalu.
Perjalanan menggunakan kapal ferry menghabiskan waktu sekitar 7 jam. Ini memang lebih lama dibandingkan naik speedboat yang hanya 3 jam, namun biayanya jauh lebih murah. Setibanya di kawasan Misool, wisatawan bisa turun di berbagai kampung yang dilewati kapal seperti Harapan Jaya.
Di Kampung Harapan Jaya ada homestay dengan tarif Rp 400 ribu per malam, dengan fasilitas makan 3 kali. Kalau ingin menginap gratis, bisa juga membangun tenda sendiri di pinggir pantai. Namun sebaiknya untuk makan tetap memesan di homestay agar tetap dapat membantu pereonomian warga setempat.
"Backpacker tergantung menginapnya di mana. Ada yang sama sekali nggak bayar penginapan bikin tenda di pantai. Boleh di depan homestay, asal makannya di homestay, lumayan homestay bisa dapat pendapatan dari makan," kata Ami.
Untuk biaya sekali makan sekitar Rp 50 ribu. Biaya lain yang harus disiapkan adalah untuk sewa alat snorkeling, diving serta ongkos naik perahu penduduk setempat yang biasanya disebut longboat. Sebaiknya traveler menyewa longboat tidak sendirian, tapi bersama traveler lainnya agar bisa bayar lebih murah.
"(Alat) Snorkeling sewa Rp 100 ribu, kalau diving Rp 500 ribu. Longboat Rp 1,5 juta per hari rata-rata. Tapi sudah keliling-keliling Misool lebih murah (dari pada speedboat)," jelas Ami.
Setelah puas menjelajahi Misool, wisatawan bisa pulang ke Sorong naik kapal ferry yang biasanya terjadwal di hari Sabtu. Untuk naik kapal ini tinggal tunggu saja di dermaga yang ada di kampung. Kapal ferry akan singgah dan traveler tinggal naik saja untuk berlayar dengan aman sampai Sorong.
Sekarang ayo kita jumlah. Ferry PP Rp 400.000, tiket Rp 500.000, homestay 3 malam Rp 1,2 juta, gratis kalau pasang tenda, makan 4 hari Rp 600.000, sewa alat snorkeling Rp 100 ribu per hari, opsi lain diving Rp 500.000, perahu Rp 1,5 juta tapi opsional.
Liburan 4 hari 3 malam versi paling hemat hanya Rp 1,9 juta, mencakup biaya naik kapal ferry PP, kartu tanda masuk, sewa alat snorkeling dan makan. Libur super hemat ini syaratnya adalah pasang tenda sendiri bukan tidur di homestay dan hanya snorkeling di sekitar kampung tanpa sewa perahu lagi.
Jika ditambah sewa homestay, sewa perahu dan full diving 4 hari bisa totalnya jadi sampai Rp 5,6 juta. Semua harga ini belum termasuk tiket pesawat ke Sorong yang tentu totalnya berbeda-beda bergantung dari kota mana kita berangkat.
(krn/fay)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa