Nama Afghanistan di tentunya tidak asing di telinga traveler. Perang dan terorisme membuat Afghanistan masuk dalam daftar tempat yang dihindari banyak traveler. Padahal Afghanistan memiliki keindahan alam dan tempat bersejarah yang luar biasa.
Menyadari hal tersebut, James Bingham dan James Willcox dari operatur tur Untamed Borders berkolaborasi dengan organisasi Free to Run untuk menyelenggarakan event Afghanistan Marathon yang menarik para traveler pecinta olahraga lari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Keith Macintosh/Untamed Borders)
Event Afghanistan Marathon yang diselenggarakan di bulan Oktober kemarin diikuti oleh 120 partisipan. Di mana setengahnya adalah pelari perempuan hingga pelari asing. Kategori yang dibuka adalah 10 K dengan finish di Kota Bamyan yang dahulu memiliki patung Buddha terbesar.
Marathon itu pun dimenangkan oleh konsutan dan part-time fotografer asal London, Keith Macintosh (41). Ia memenangkan perlombaan dan finish dengan catatn waktu dua jam dan 55 menit. Macintosh memang hadir untuk mendukung acara Free to Run sekaligus terpikat akan Afghanistan oleh kisah Aleksander Agung dan Patung Buddha Bamyan.
"Ini sedikit aneh, melihat seseorang dengan topi balaclava dan senapan mesin. Tentu menenangkan ketika melihat mereka tersenyum dan memberikan semangat," ujar Macintosh seperti diberitakan oleh media Daily Mail.
(Keith Macintosh/Untamed Borders)
Sedangkan dari sisi wanita, seorang wanita asal Afghanistan bernama Zainab (25) menjadi yang pertama mencapai garis finish di Afghanistan Marathon. Di negara yang sangat maskulin, wanita juga diberi kesempatan untuk sejajar dengan pria dan mengikuti lomba lari.
Dalam perjalanan, para pelari akan dihadapkan pada indahnya lembah Bamyan serta desa setempat. Halangannya pun unik, yaitu sekelompok domba yang menyeberang di tengah jalan. Rencananya event tersebut akan diselenggarakan kembali tahun depan. Berani untuk mencoba?
(Keith Macintosh/Untamed Borders)
(rdy/fay)










































