Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 13 Nov 2015 12:30 WIB

TRAVEL NEWS

Pengalaman Beda! Bertemu Suku Badui di Indie Travel Mart 2015

Suku Badui Dalam yang hadir di Indie Travel Mart 2015 (Randy/detikTravel)
Suku Badui Dalam yang hadir di Indie Travel Mart 2015 (Randy/detikTravel)
Jakarta - Suku Badui merupakan kelompok masyarakat tradisional yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten. Khusus dalam pameran Indie Travel Mart 2015, traveler dapat bertemu langsung dengan Suku Badui.

Daerah Banten menjadi rumah bagi 'Urang Kanekes' atau yang disebut oleh masyarakat sebagai Suku Badui. Masyarakat sub-etnnis Sunda tersebut hidup secara tradisional dan mengisolasi diri dari dunia luar.

Suku Badui terbagi menjadi dua, yakni Suku Badui Dalam dan Suku Badui Luar. Apabila Suku Badui luar sudah menerima perkembangan, berbeda dengan Suku Badui Dalam yang masih menutup diri dan menjunjung tinggi aturan adat. Namun mereka semua sudah sering menerima traveler yang datang ke desanya.

Namun khusus dalam event Indie Travel Mart 2015 yang diselenggarakan di Mall Cilandak Town Square hingga akhir pekan, traveler dapat melihat langsung Suku Badui yang menjual hasil karya kerajinannya. Mereka hadir setelah berjalan kaki selama berhari - hari dari desanya!

"Dari berangkat lewat Bogor 6 hari sampai, nanti pulang lewat Pamulang," ujar salah satu anggota Suku Badui Dalam, Juli, saat diwawancarai detikTravel, Kamis (12/11/2015)


(Randy/detikTravel)

Bagi yang belum tahu, Suku Badui Dalam memiliki aturan adat seperti tidak memakai kendaraan untuk transportasi, tidak memakai alat elektronik hingga tidak memakai alas kaki. Apabila dilanggar, maka mereka akan diasingkan ke luar desa dan dianggap sebagai Suku Badui Luar.

Maka tidaklah heran apabila mereka datang ke tempat pameran di daerah Cilandak setelah berjalan kaki selama berhari - hari lamanya. Tentu itu bukan dianggap sebagai suatu hal yang kuno atau ketinggalan zaman, namun sebagai kearifan budaya Indonesia.

Mereka pun datang ke pameran Indie Travel Mart 2015 dengan membawa barang kerajinan mereka yang tentunya dijual untuk para traveler. Bahkan pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan mereka yang memakai pakaian adat khas Sunda berwarna putih dengan ikat kepala.

"Bawa jualan selendang, koja atau tas, gelang, gantungan kunci sama ikat kepala. Semua buat sendiri, malah ini masih ada yang belum selesai," ujar Juli.


(Randy/detikTravel)

Untuk harga, aksesori yang ada dijual dari kisaran Rp 5 ribu untuk gelang hingga kain buatan tangan yang dihargai sekitar Rp 400 ribu. Denngan membeli produk mereke, traveler ikut membantu dan menjaga kebudayaan Suku Badui agar tetap hidup.

Bagi Anda yang ingin bertemu langsung dengan Suku Badui Dalam, bisa datang ke pameran Indie Travel Mart 2015 di auditorium Mall Cilandak Town Square yang diselenggarakan pada 12-14 November 2015. Selain itu tersedia juga berbagai paket wisata domestik yang ditawarkan operator trip.


(Randy/detikTravel)

(rdy/shf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA