Bidik Wisman, Operator Tur & Travel Agent Asia Pasifik Keliling Bali & Jatim

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bidik Wisman, Operator Tur & Travel Agent Asia Pasifik Keliling Bali & Jatim

Rois Jajeli - detikTravel
Minggu, 22 Nov 2015 10:23 WIB
Bidik Wisman, Operator Tur & Travel Agent Asia Pasifik Keliling Bali & Jatim
Operator tur dari India (Rois/detikTravel)
Surabaya - Pemerintah terus mengejar kunjungan 10 juta wisatawan mancanegara sampai akhir tahun 2015. Operator tur dan agen travel China, Taiwan dan India diajak keliling Bali dan Jawa Timur agar mengenal destinasi wisata di sana.

Famtrip ke destinasi wisata di Pulau Dewata Bali, Malang dan Kota Surabaya ini diikuti 15 agen travel serta operator tour dari China, 2 dari Taiwan serta 2 dari India.

"Famtrip bagi tour operator dan travel agent ini, mengajak mereka dapat merasakan dan menikmati destinasi wisata. Diharapkan, mereka dapat menjual paket wisata di sini ke masyarakat di negara mereka masing-masing," ujar Kasubid Perjalanan Wisata Pengenalan Minat Khusus dan Konvensi Kementerian Pariwisata Lilis Fauziah di sela Famtrip di Kota Surabaya, Sabtu (21/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Destinasi wisata di Kota Surabaya yang akan dikunjungi seperti Monumen Kapal Selam (Monkasel), House of Sampoerna hingga patung budha di Pantai Ria Kenjeran.

"Selama di Surabaya, akan kita ajak ke Gunung Bromo. Namun sayang sekali tidak bisa ke sana karena ada larangan ke Bromo (status waspada)," tuturnya.

Sebelum ke Surabaya, mereka juga diajak keliling menikmati keindahan alam dan budaya di Pulau Dewata Bali seperti di Pantai Kuta, Tanah Lot. Kβ€Žemudian mereka ke Kota Batu mengikuti wisata petik apel, ke Museum Tubuh dan Museum Angkut.

"Pada intinya, mereka sangat tertarik," terangnya.

Sementara itu, Gondo Hartono, Wakil Ketua Association of The Indonesia Tours & Travel Agencies (ASITA) Jawa Timur menilai, program Famtrip ini cukup bagus untuk memperkenalkan dan menjual paket perjalanan wisata di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

"Memang kita butuh operator tour datang ke sini untuk melihat objeknya. Kalau mereka punya feeling bisa jual ke masyarakat di negaranya," kata Gondo.

Ia mengakui, salah satu kendala untuk mendongkrak wisatawan manca negara adalah tidak ada penerbangan langsung dari Surabaya ke negara wisatawan seperti China, India.

"Mereka operator dari Guangzhou. Kalau ada penerbangan langsung, perjalannya sekitar 4-5 jam ke Surabaya," jelasnya.

Sedangkan Rashid Mundeth, salah satu peserta Famtrip dari agen travel di India mengatakan bahwa destinasi wisata di Bali cukup bagus. Seperti sunset di pantai kuta Bali. Sedangkan di Malang, mereka cukup senang dan nyaman, dan terkesan dengan Museum Angkut.

"Saya lihat di sini wow, dan di India tidak ada," terangnya.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads