Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Barujari, Anak Gunung Rinjani di Lombok meletus pada tahun 2015. Itu mengacaukan banyak rencana liburan wisatawan dan target kunjungan wisatawan pun terganggu.
Hal tersebut disampaikan oleh Menpar Arief Yahya, dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2015 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/12/2015). Ketika dua bencana itu terjadi, turis tidak bisa mengunjungi Indonesia, khususnya ke Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang pertama di bulan Juli adalah letusan Gunung Raung di Jawa Timur, kemudian disusul oleh Gunung Barujari, Anak Gunung Rinjani. Akibatnya, bandara di Bali tutup selama sekitar 15 hari-an.
"Bukan cuma Bali saja, tapi bandara di Surabaya dan bandara di Lombok juga tutup. Padahal, ada penerbangan internasional di bandara-bandara tersebut," lanjut Arief.
Arief pun berujar, jika dihitung, saat itu Indonesia kehilangan sekitar 450 ribu turis yang membatalkan perjalaannya. Jumlah angka yang tentu tidak sedikit. Namun namana bencana, harus bagaimana lagi.
Tak hanya itu, bencana pariwisata lainnya adalah kabut asap di Sumatera dan Kalimantan di bulan Oktober lalu. Banyak turis yang lagi-lagi membatalkan perjalanannya.
"Kita kehilangan sekitar 20 persen," komentar Arief.
Kementerian Pariwisata tidak tinggal diam untuk mengatasi berbagai 'bencana' kehilangan turis tersebut. Kemenpar membuat Crisis Center di Bali. Lombok dan di berbagai tempat di Sumatera untuk terus memberikan informasi ter-up to date kepada turis.
"Kita kehilangan banyak turis akibat krisis bencana itu," tutupnya.
(shf/fay)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten