Mengenang Bencana Pariwisata Indonesia di 2015

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenang Bencana Pariwisata Indonesia di 2015

Afif Farhan - detikTravel
Rabu, 30 Des 2015 15:53 WIB
Mengenang Bencana Pariwisata Indonesia di 2015
Gunung Raung (Putri Akmal/detikTravel)
Jakarta - Dunia pariwisata Indonesia tahun 2015 tidak sepenuhnya mulus. Tengah tahun 2015, banyak gunung meletus dan kabut asap. Tak hanya jadi duka nasional, itu juga seolah menjadi bencana untuk pariwisata Indonesia.

Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Barujari, Anak Gunung Rinjani di Lombok meletus pada tahun 2015. Itu mengacaukan banyak rencana liburan wisatawan dan target kunjungan wisatawan pun terganggu.

Hal tersebut disampaikan oleh Menpar Arief Yahya, dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2015 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/12/2015). Ketika dua bencana itu terjadi, turis tidak bisa mengunjungi Indonesia, khususnya ke Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu krisis bencana dari Juli sampai November. Terjadinya di peak season (musim liburan-red) lagi," katanya.

Yang pertama di bulan Juli adalah letusan Gunung Raung di Jawa Timur, kemudian disusul oleh Gunung Barujari, Anak Gunung Rinjani. Akibatnya, bandara di Bali tutup selama sekitar 15 hari-an.

"Bukan cuma Bali saja, tapi bandara di Surabaya dan bandara di Lombok juga tutup. Padahal, ada penerbangan internasional di bandara-bandara tersebut," lanjut Arief.

Arief pun berujar, jika dihitung, saat itu Indonesia kehilangan sekitar 450 ribu turis yang membatalkan perjalaannya. Jumlah angka yang tentu tidak sedikit. Namun namana bencana, harus bagaimana lagi.

Tak hanya itu, bencana pariwisata lainnya adalah kabut asap di Sumatera dan Kalimantan di bulan Oktober lalu. Banyak turis yang lagi-lagi membatalkan perjalanannya.

"Kita kehilangan sekitar 20 persen," komentar Arief.

Kementerian Pariwisata tidak tinggal diam untuk mengatasi berbagai 'bencana' kehilangan turis tersebut. Kemenpar membuat Crisis Center di Bali. Lombok dan di berbagai tempat di Sumatera untuk terus memberikan informasi ter-up to date kepada turis.
"Kita kehilangan banyak turis akibat krisis bencana itu," tutupnya.

(shf/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads