Dalam kunjungan paraΒ Dubes ASEAN di Myanmar ke Indonesia, mereka menyempatkan datang ke Kemenpar untuk membicarakan soal ASEAN dan pariwisata. Pada pertemuan terbatas yang dilangsungkan di lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (12/1/2016) Menpar sempat mengatakan tiga agenda kerjasama wisata ke depan antara Indonesia dan sejumlah negara ASEAN.
"Yang pertama kerjasama untuk membuat Sister City dari Provinsi Mandalay ke Yogya," ucap Menpar Arief Yahya saat diwawancarai detikTravel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian di multilateral kita sudah punya sebenarnya, yaitu jejak peradaban atau Trail of Civilization," ujar Arief.
Menurut Arief, Indonesia memiliki jejak peradaban yang sana dengan negara lain di ASEAN. Dalam hal tersebut, penyebaran agama Buddha yang menyebar di banyak negara ASEAN, khususnya seperti Kamboja, Thailand hingga Myanmar. Kesamaan itu pun akan dibuat menjadi paket wisata untuk menarik wisatawan dari sejumlah negara tersebut.
"Ketiga tentang ASEAN Tourism Forum atau ATF yang akan diselenggerakan d Manila," tambah Arief.
Rencananya pada 18-25 Januari 2016 mendatang, Indonesia akan datang ke Manila di Filipina untuk menghadiri perhelatan ASEAN Tourism Forum. Dalam acara tersebut, Indonesia akan ikut serta untuk membicarakan pariwisata Indonesia dan ASEAN. Indonesia juga dinominasikan dalam sejumlah kategori di forum tersebut.
Sebagai bagian dari ASEAN, Indonesia juga berperan serta dalam kerjasama pariwisata antar negara tetangga di kawasan regional. Seiring dengan prinsip 'satu komunitas' yang menjadi semboyan ASEAN, setiap negara anggota dituntut untuk saling bekerjasama satu sama lain. (sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama