"Menanya dan menyatakan simpatinya," ujar Arief usai opening ceremony ASEAN Tourism Forum 2016 di Plenary Hall PICC Complex, Manila, Filipina, Rabu (20/1/2016) malam.
Menurut Arief, hampir semua negara ASEAN bertanya. Mereka antara lain Filipina, Kamboja dan Myanmar. Mereka mengapresiasi penyelesaian kasus itu yang hanya selesai selama beberapa jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Niken/detikTravel)
Negara ASEAN ketakutan akan adanya bom Thamrin. "Kan teroris menyebutkan ada 3 negara yang negara yang mendapat ancaman bom. 2 Negara ketakutan. Saya tidak bisa menyebutkan negaranya," bebernya.
Arief mengapresiasi kerja Polri dan TNI dalam penyelesaian kasus tersebut. "Kan masyarakat Indonesia (juga membantu). Saya nggak basi-basi, mereka bersatu," kata dia.
Untuk ke depannya, lanjut Arief pelaku bisnis meminta kewenangan polisi dan BIN ditambah untuk pencegahan. Bahkan penempatan polisi bersenjata di tempat wisata sah-sah saja dilakukan.
(Niken/detikTravel)
"Di beberapa negara sudah dilakukan itu (polisi bersenjata di tempat wisata). Saya memahami permintaan pelaku bisnis," tutur Arief.
Bom Thamrin terjadi pada Kamis (14/1). 8 Orang tewas dalam kejadian ini termasuk 4 pelaku. (nwy/fay)











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan