Gajah yang mati tersebut diketahui bernama Samruai. Kisah Samruai banyak diberitakan media di Thailand, mulai dari Pattaya News hingga Coconuts Bangkok. Kisah Samruai banyak mendapat perhatian traveler yang prihatin atas nasib gajah betina itu.
Ditelusuri detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (10/2/2016), Samruai sehari-hari bekerja di Sanctuary of Truth sebagai gajah tunggangan untuk wisatawan. Sanctuary of Truth adalah sebuah komplek kuil Buddha di Pattaya yang jadi destinasi wisata cukup populer di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hewan gajah secara umum memang diketahui sangat peka terhadap bunyi dan mudah stress apabila mendengar bunyi yang nyaring. Sejak saat itu, Samruai mulai menunjukkan gejala sakit. Puncaknya Samruai pingsan, lalu menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (7/2).
Samruai sebenarnya sudah diberikan pertolongan pertama dengan infus, dan antibiotik. Saat dokter hewan dan pihak terkait akan memindahkannya ke Provinsi Surin untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik, gajah itu akhirnya meninggal dunia.
Bangkai Samruai akhirnya dikubur di sekitar Komplek Kuil Bang Lamung oleh para Biksu yang sebelumnya mendoakannya terlebih dulu. Pemilik Samruai yaitu seorang Mahout bernama Suriya beserta istrinya sangat bersedih atas kematian Samruai.
Kisah Samruai semakin menambah daftar panjang kejadian menyedihkan yang menimpa gajah wisata di Thailand. Kematian Samruai tentu saja sangat disayangkan oleh berbagai aktivis yang bergerak di organisasi pecinta satwa.
BACA JUGA: Kisah Menyedihkan di Balik Pijat Gajah Thailand
Menunggang gajah memang menjadi atraksi wisata yang populer di Thailand, namun terkadang para pemilik tidak memperhatikan faktor kesejahteraan dan kesehatan dari hewan yang dipeliharanya. Semoga kasus Samruai tidak terjadi lagi di masa depan.
(wsw/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh