Emansipasi wanita memang sudah saatnya mendapat pengakuan oleh banyak orang. Di dunia penerbangan, tak hanya laki-laki saja yang mendominasi profesi sebagai pilot pesawat, namun wanita juga mampu menjalankan profesi yang serupa.
Buktinya bisa traveler simak dari kisah trio pilot asal Brunei Darussalam, yaitu Captain Sharifah Czarena Surainy, kopilot Sariana Nordin, dan kopilot Dk Nadiah Pg Khashiem. Mereka bertiga menjadi pemberitaan berbagai media internasional karena berhasil menjalankan tugas sebagai kru kokpit pertama di negaranya yang semuanya wanita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikomandoi Pilot Senior Sharifah Czarena, penerbangan ini menjadi menarik, karena negara yang mereka tuju yaitu Arab Saudi, melarang para wanita untuk menyetir mobil sendiri. Memang agak ironi.
Ternyata, tak hanya maskapai Royal Brunei saja yang pernah menggunakan kru pilot semuanya wanita, maskapai lain seperti Air India dan Air Canada juga pernah mengoperasikan penerbangan jarak jauh yang dikomandoi pilot dan ko-pilot wanita. Itu dilakukan dalam rangka Peringatan Pekan Penerbangan Wanita tingkat Dunia.
Brunei masih kalah dengan Indonesia yang sudah lebih dahulu melakukan penerbangan dengan semua pilotnya perempuan. Menyambut Hari Kartini tahun 2015, maskapai AirAsia melakukan penerbangan khusus dimana seluruh pilot dan awak kabinnya adalah perempuan.
Baca Juga: Penerbangan Kartini AirAsia, Semua Pilot & Awak Kabin Wanita
Captain Sharifah Czarena dan rekannya menjadi bukti bahwa wanita bisa meniti karir sebagai seorang pilot, sama dengan pria kebanyakan. Asalkan serius dan bersungguh-sungguh, wanita lainnya pun bisa melakukan hal serupa. Semoga kisah Captain Sharifah bisa menginspirasi traveler!
(wsw/arradf)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama