Raja Ampat Aman Kok, Baru Sekali Ada Serangan Hewan Liar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Raja Ampat Aman Kok, Baru Sekali Ada Serangan Hewan Liar

Afif Farhan - detikTravel
Senin, 04 Apr 2016 16:11 WIB
Raja Ampat Aman Kok, Baru Sekali Ada Serangan Hewan Liar
Naik boat mengelilingi gugusan pulau karang di Raja Ampat (Afif/detikTravel)
Raja Ampat - Jangan khawatir dengan keamanan wisata di Raja Ampat. Dari ribuan wisatawan yang datang, baru sekali saja ada kejadian serangan hewan liar.

"Sejauh ini Raja Ampat sangat aman. Nggak pernah ada turis diserang hewan liar. Operator wisata saja kaget ada kejadian seperti itu," ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo kepada detikTravel, Senin (4/4/2016).

Turis Rusia bernama Sergey Lykhvar, tewas diserang buaya air asin di Pulau Manyaifun, Raja Ampat pada 29 Maret 2016. Jasadnya ditemukan selang 4 hari setelah dia dilaporkan hilang. Terakhir kali, Sergey diketahui pergi snorkeling sendiri di pulau kecil yang berada di sebelah barat Pulau Waigeo (pulau terbesar di Raja Ampat).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kapolres Raja Ampat AKBP Erfie Mahit sebenarnya Sergey sudah dilarang snorkeling di Pulau Manyaifun apalagi tanpa didampingi guide. Tapi, pria 37 tahun itu tetap nekat dan akhirnya harus kehilangan nyawa.


Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo

Berkaca pada tragedi itu, Yusdi sangat menyayangkan. Padahal, sebenarnya sudah ada larangan turis mendekati habitat hewan-hewan liar di Raja Ampat. Aturannya dibuat oleh pemerintah setempat dan juga ditekankan oleh operator wisata hingga masyarakat Raja Ampat.

"Raja Ampat bukan seperti kebun binatang. Ini alam liar, ada tempatnya hewan-hewan liar. Bicara bahaya bisa di mana saja ada bahaya, naik gunung juga bahaya karena adanya badai, hujan dan hewan liar juga," jelas Yusdi.

Yusdi menambahkan, sejauh ini sebanyak 60 operator wisata di Raja Ampat mematuhi aturan tersebut dan selalu menginofrmasikannya kepada turis. Serta tentu saja, penegasan kepada turis agar tidak jalan-jalan sendirian!

"Turis nggak boleh jalan-jalan sendiri, apalagi orang asing. Di Pulau Manyaifun (tempat turis Rusia diserang buaya air asin), sejak puluhan tahun orang-orang di sana tinggal di pulaunya, belum pernah ada kejadian diserang buaya. Mereka tahu ada buaya, tapi ada aturannya turis tidak boleh ke tempat yang ada buayanya," papar Yusdi.

Sedikit mengenal Pulau Manyaifun, pulau ini ada di bagian barat Pulau Waigeo, pulau terbesar di Raja Ampat. Dari sana, bisa menuju Pianemo tempatnya gugusan pulau karang selama 30 menit. Desa di sana juga memiliki homestay dengan pantai dan terumbu karang di bawah lautnya yang indah.

"15 Ribu turis datang ke Raja Ampat tiap tahun, kini ada satu yang meninggal karena diserang hewan liar. Tidak fair kalau bilang Raja Ampat tidak aman, buktinya 14.999 turis lainnya baik-baik saja," tutup Yusdi.

(aff/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads