"Sejauh ini Raja Ampat sangat aman. Nggak pernah ada turis diserang hewan liar. Operator wisata saja kaget ada kejadian seperti itu," ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo kepada detikTravel, Senin (4/4/2016).
Turis Rusia bernama Sergey Lykhvar, tewas diserang buaya air asin di Pulau Manyaifun, Raja Ampat pada 29 Maret 2016. Jasadnya ditemukan selang 4 hari setelah dia dilaporkan hilang. Terakhir kali, Sergey diketahui pergi snorkeling sendiri di pulau kecil yang berada di sebelah barat Pulau Waigeo (pulau terbesar di Raja Ampat).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo
Berkaca pada tragedi itu, Yusdi sangat menyayangkan. Padahal, sebenarnya sudah ada larangan turis mendekati habitat hewan-hewan liar di Raja Ampat. Aturannya dibuat oleh pemerintah setempat dan juga ditekankan oleh operator wisata hingga masyarakat Raja Ampat.
"Raja Ampat bukan seperti kebun binatang. Ini alam liar, ada tempatnya hewan-hewan liar. Bicara bahaya bisa di mana saja ada bahaya, naik gunung juga bahaya karena adanya badai, hujan dan hewan liar juga," jelas Yusdi.
Yusdi menambahkan, sejauh ini sebanyak 60 operator wisata di Raja Ampat mematuhi aturan tersebut dan selalu menginofrmasikannya kepada turis. Serta tentu saja, penegasan kepada turis agar tidak jalan-jalan sendirian!
"Turis nggak boleh jalan-jalan sendiri, apalagi orang asing. Di Pulau Manyaifun (tempat turis Rusia diserang buaya air asin), sejak puluhan tahun orang-orang di sana tinggal di pulaunya, belum pernah ada kejadian diserang buaya. Mereka tahu ada buaya, tapi ada aturannya turis tidak boleh ke tempat yang ada buayanya," papar Yusdi.
Sedikit mengenal Pulau Manyaifun, pulau ini ada di bagian barat Pulau Waigeo, pulau terbesar di Raja Ampat. Dari sana, bisa menuju Pianemo tempatnya gugusan pulau karang selama 30 menit. Desa di sana juga memiliki homestay dengan pantai dan terumbu karang di bawah lautnya yang indah.
"15 Ribu turis datang ke Raja Ampat tiap tahun, kini ada satu yang meninggal karena diserang hewan liar. Tidak fair kalau bilang Raja Ampat tidak aman, buktinya 14.999 turis lainnya baik-baik saja," tutup Yusdi.
(aff/aff)










































