Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo sangat menyayangkan tragedi yang meneimpa turis Rusia, Sergey Lykhvar. Sergey diserang buaya air asin di Pulau Manyaifun dan tewas.
Padahal sebelumnya, dia sudah diingatkan agar tidak snorkeling sendirian. Lagipula, paket turnya sudah habis di Raja Ampat dan dia seharusnya sudah pulang ke negaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusdi mengakui, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat sudah berkumpul dengan operator wisata di sana. Dibahaslah terkait peristiwa itu dan bagaimana dampak ke depannya bagi pariwisata Raja Ampat.
"Teman-teman operator wisata kaget. Mereka sudah puluhan tahun melayani turis, belum pernah ada kejadian seperti itu. Tapi kini, ini menjadi pekerjaan kita semua. Dengan terpaksa, kita harus mulai keras kepada turis," ungkapnya.
Yang dimaksud keras, adalah pemerintah setempat dan operator wisata bakal lebih menggalakan turis mengenai peraturan di Raja Ampat. Beberapa peraturannya seperti jangan jalan-jalan sendiri tanpa ditemani guide lokal dan jangan mendekat ke daerah-daerah yang dilarang.
"Turis nggak bisa senaknya dan semau-maunya. Semua sudah aturan, jangan jadi kepala batu," lanjut Yusdi.
Kemudian, aturan soal menjaga kelestarian alam di Raja Ampat turut ditekankan kembali. Terutama, bagi yang membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan. Sanksi yang siap diberikan, berupa larangan berkunjung kembali ke Raja Ampat alias diblacklist!
"Jika masih ada yang seperti itu akan kita blacklist dan ini akan mulai diterapkan. Seperti diketahui, masuk Raja Ampat akan mendapat pin. Dari pin itulah, kami punya database turis-turis yang sudah datang. Jika dia berbuat macam-macam dan tidak mematuhi aturan, dia tidak boleh kembali lagi ke sini," papar Yusdi.
Tentu saja, Yusdi bukan menakut-nakuti turis yang mau liburan ke Raja Ampat. Namun agar tidak ada lagi tragedi yang menimpa turis, aturan harus digalakan kembali. Aturan yang sebenarnya, justru makin membuat perjalanan liburan turis makin aman dan nyaman di Raja Ampat. Kita, sebagai turis juga harus tahu diri ya!
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama