Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 10 Apr 2016 12:20 WIB

TRAVEL NEWS

4 Booth Keren Sarat Edukasi di Hari Terakhir Indofest 2016

Aneka Booth sarat edukasi di Indofest 2016 (Randy/detikTravel)
Aneka Booth sarat edukasi di Indofest 2016 (Randy/detikTravel)
Jakarta - Hari terakhir pameran Indofest 2016 tidak hanya menjual aksesori outdoor, namun juga menghadirkan booth yang sarat edukasi. Yuk kita memperkaya ilmu di 4 booth ini!

Pameran Indofest 2016 di Istora Senayan yang akan berakhir hari ini, Minggu (10/4/2016) boleh dibilang sangat menarik. Selain bisa belanja, traveler juga bisa mampir ke sejumlah booh komunitas hingga organisasi yang sarat edukasi. Dirangkum oleh detikTravel saat datang ke pamerannya, berikut 4 booth sarat edukasi di Indofest 2016:

1. Trashbag Community


Booth Trashbag Community di B30 (Randy/detikTravel)

Pada pameran Indofest 2016, Trashbag Community juga tidak ketinggalan membuka booth untuk memperkenalkan aksi mendaki gunung dan mengumpulkan sampah demi kebaikan bersama. Sebelumnya detikTravel juga sudah pernah membahas profil dan aksi Trashbag Community.

Singkat kata, Trashbag Community sangat peduli akan kebersihan gunung dengan cara memungut sampah saat pendaki. Setiap aksinya pun dilakukan secara independen dan sukarela. Mereka pun ingin menularkan aksinya di pameran kali ini.

"Kalau kita sih sama, masih sosialisasi soal pentingnya memungut sampah di gunung, kemarin banyak juga yang datang ke booth kita, ramai!" ujar founder sekaligus anggota Trashbag Community, Ragil Budi Wibowo.

Untuk hari ini mereka akan menggelar acara kampanye 'Gunung Bukan Tempat Sampah' di Car Free Day. Setelah itu mereka akan jalan santai ke Istora Senayan yang menjadi lokasi pameran. Kalau ingin tahu lebih banyak soal komunitas keren ini, silakan mampir ke boothnya!

2. Borneo Orang Utan Survival Foundation


Booth Yayasan BOS di K12 (Randy/detikTravel)

Dibalik keberlangsungan hidup orang orang utan, ada sejumlah yayasan baik yang mendukung kelestariannya. Salah satunya adalah Borneo Orang Utan Survival Foundation atau biasa disingkat BOS Foundation.

"Tujuan utama kita ingin untuk awareness, jadi kita buat penggalangan dana di sini," terang Event Office BOS Foundation, Fika Rahimah.

Secara fungsi, BOS Foundation bekerja untuk melakukan rehabilitasi orang utan untuk dilepas lagi nantinya. Seperti yang diketahui, kadang ada saja orang utan yang menjadi korban perusakan alam. Mereka pun harus direhab sebelum dapat dikembalikan ke habitat aslinya.

"Kita nge-rehab orang utan untuk kita lepas lagi. Dalam waktu dekat ada melepas orang utan di Kalimantan," ujar Fika.

Selain bisa bertanya mengenai aksi BOS Foundation, traveler juga bisa ikut menyumbang aksi mereka dengan membeli kaus lucu bergambarkan orang utan. Untuk kaus Rp 100 ribu, boneka Rp 150 ribu, dan gelang Rp 10 ribu. Hitung-hitung menyumbang untuk kelangsungan hidup orang utan di alam liar.

3. Burung Indonesia


Booth Burung Indonesia di K16 (Randy/detikTravel)

Berikutnya ada organisasi konservasi Burung Indonesia yang bergerak dalam pelestarian burung di Indonesia, tidak terkecuali di hutan hingga di perkotaan. Tentunya traveler masih ingat penyelamatan kakatua jambul kuning yang didorong detikcom beberapa waktu lalu, Burung Indonesia pun ikut terlibat.

"Pesannya kita memang untuk melestarikan burung perkotaan, kita sistemnya bukan karantina," terang Finance and Administration Officer Burung Indonesia, Ratna Palupi.

Burung Indonesia pun ber-partner dengan organisasi Bird Life International yang memiliki lingkup lebih luas. Selain di kota, mereka juga punya program konservasi di sejumlah daerah Indonesia seperti Sumba, Jambi, Halmahera dan lainnya.

Kalau mau turut berpartisipasi, traveler bisa membeli kausnya seharga Rp 100 ribu hingga buku Rp 80 ribu. Selain itu juga ada prangko khusus bergambar burung yang dihargai Rp 50 ribu untuk satu set yang terdiri dari empat prangko.

4. Komunitas Wanita dan Gunung


Booth Komunitas Wanita dan Gunung di K4 (Randy/detikTravel)

Terakhir ada komunitas Wanita dan Gunung yang menekankan pentingnya keselamatan dan prosedur mendaki gunung bagi kaum hawa. Komunitas ini hadir seiring semakin banyaknya pendaki wanita yang mulai naik gunung.

"Komunitas ini berdiri sekitar bulan Juni 2014, visinya mensupport pendakian wanita yang aman, bagaimana self awarenessnya terbangun," terang admin sosmed Komunitas Wanita dan Gunung, Retno Trisnawaty.

Retno juga menjelaskan, bahwa tidak sedikit sampah di gunung yang berasal dari kaum pendaki hawa. Itu adalah salah satu alasan kenapa unsur edukasi bagi pendaki wanita perlu dilakukan. Untuk fokus kegiatan, Komunitas Wanita dan Gunung lebih menekankan pada unsur edukasinya.

"Kita punya punya program meet up di Cibodas bulan Mei, pertemuan untuk mengedukasi, lebih ke persiapan sebelum naik gunung," tambah Retno.

Mumpung ini adalah hari terakhir pameran Indofest 2016, jangan lewatkan untuk mampir ke Istora Senayan. Toh bisa belanja sekalian menambah ilmu akan alam dan lingkungan. ‎

(rdy/arradf)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA