"Pemda-pemda dan pelaku wisata dari Balikpapan, Kalimantan Timur khususnya serta beberapa dari wilayah-wilayah lain di Kalimantan menghadiri acara ini. Untuk buyer, terdapat 185 buyer dan ada juga dari mancanegara," ujar Ketua Panitia Balikpapan Borneo Travel Mart 2016, Joko Purwanto kepada detikTravel di Platinum Balikpapan Hotel and Convention Hall, Jl Soekarno Hatta, Balikpapan, Kamis (21/4/2016).
Para buyer yang datang, lanjut Joko menjelaskan berasal dari Australia yang berjumlah 19 dan China 15. Sisanya, 3 dari Singapura, 2 dari India dan 10 dari Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Afif/detikTravel)
Balikpapan Borneo Travel Mart 2016 sudah berlangsung dari hari Rabu (20/4) kemarin sampai Sabtu (23/4). Hari ini, acaranya adalah B2B (business to business) yang mempertemukan para pelaku wisata dari Kalimantan dan buyer yang juga para pelaku wisata juga, yakni operator tur.
Beberapa pelaku wisata Kalimantan yang turut hadir seperti Rimba Borneo, Derawan Tour Operator, Menara Borneo Jaya Tour and Travel, Anggasora Wisata, Khania Tour serta hotel-hotel di tiap daerah di Kalimantan. Diharapkan, event ini menjadi sarana promosi untuk mengenalkan pariwisata Kalimantan kepada dunia. Sebab keeksotisan alam dan keanekargaman budaya Kalimantan tak bisa dipandang sebelah mata.
(Afif/detikTravel)
"Kami punya Derawan yang lautnya nomor dua tercantik setelah Raja Ampat. Suku Dayak punya adat dan tradisi yang menarik dilihat. Sungai-sungai di Kalimantan menawarkan petualangan. Di Kalimantan pula, ada orangutan binatang langka di dunia yang nggak ada di manapun," papar Joko.
Menurut Joko, atraksi dan destinasi wisata di Kalimantan dirasa cocok untuk turis China dan Australia. Turis China suka ke pantai, sedangkan turis Australia doyan bertualang ke hutan.
"Kemarin buyer-buyer dari China bilang suka dengan Derawan dan sudah siap untuk carter pesawat," pungkas Joko.
(aff/krn)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica