"Di Jakarta tuh ada 2,5 juta orang Batak dan 60% dari daerah sini. Jadi kalkulasinya gampang. 40% trafik dari Medan tuh dari sini," ujar Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Selasa (24/4/2016).
Optimisme Toto bukan tanpa alasan. Dikatakan Toto untuk penerbangan hari ini hingga 2 hari ke depan sudah full-booked.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, untuk memenuhi target pribadi perusahaan ataupun untuk memajukan pariwisata di Silangit, khususnya Danau Toba bukan pekerjaan mudah. Toto mengungkapkan, perlu ada beberapa perbaikan yang harus dikejar operator bandara.
"Target Silangit gini sih ya landasannya diperbaiki lagi, panjangnya cukup 2.500 meter, tapi landasannya masih keras. Kekerasan landasannya baru 34 PCN harusnya 44 PCN. Jadi Boeing 738, 739 bisa langsung landing di sini. Kuala Namu sudah crowded jadi dipecah ke sini," tuturnya.
Semantara itu, pihak Angkasa Pura II selaku operator bandara, mengaku senang dengan dibukanya rute Jakarta-Silangit oleh Sriwijaya Air. Ia mengungkapkan, akan terus berupaya untuk meningkatkan Infrastruktur bandara.
"Penerbangan merupakan suatu kebutuhan, saya yakin dalam jangka waktu pendek Sriwijaya lebih maju. Rute ini merupakan rute yang potensial," ujar Direktur Utama AP II, Budi Karya di Bandara Silangit.
"AP II berkomitmen untuk melakukan pembenahan terus menerus. Kita kejar target untuk dukung program pemerintah, salah satunya untuk memajukan perekonomian daerah melalui pengembangan wisata Danau Toba," imbuhnya.
Dari sisi penumpang, salah satu penumpang asal pulau Samosir mengungkapkan kegembiraannya dengan dibukanya rute Jakarta-Silangit oleh Sriwijaya Air. Ia merasa akan lebih hemat waktu dan tenaga karena tidak harus mendarat di bandara Kualanamu, Medan jika ingin pulang kampung.
"Saya senang. Nggak perlu capek-capek ke Medan dulu terus naik kendaraan ke sini. Kalau dari sini kan lebih dekat. Kalau ada mau liburan apa gitu juga jadi lebih tenang karena ini jadwalnya setiap hari," ujar Yatna Hutapea saat diwawancarai detikTravel.
"Tapi saya ada satu harapan, karena saya dari Samosir mungkin disiapkan angkutan ke Muara jam 8 pagi agar bisa sinergi dengan penerbangan ini," sambungnya.
(shf/arradf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru