"Pemasaran, pengembangan dan kelembagaan. Kita bicara 3 hal itu," ujarnya dalam acara Press Conference Bali & Beyond Travel Fair 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/5/2016) malam.
Arief menegaskan, ketiga hal tersebut dilakukan secara bersamaan atau pararel. Pemasaran atau promosi berjalan, pengembanan destinasinya juga ikut berjalan. Lalu kelembagaan, yakni sumber daya manusia (SDM) terkait di bidang pariwisata pun berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief memberikan contoh, pertama kalinya Indonesia memiliki '10 Bali baru'. Yang dimaksud adalah, 10 destinasi prioritas pariwisata Indonesia selain Bali, yang sedang digodok untuk bisa seterkenal dan sehebat Bali yang sudah punya nama di dunia.
"Itu saja yang komitmen adalah Presiden. Kemungkinan besar akan tercapai," ujar Arief.
Untuk pemasaran, Kementerian Pariwisata sudah turut serta dalam berbagai ajang pameran wisata di dunia. Sudah juga bekerjasama dengan Google, agar destinasi-destinasi pariwisata Indonesia makin menggaung namanya.
"Kemudian SDM dibagi 3, yaitu sertifikasi profesi pariwisata sebanyak 32 profesi, sertifikasi masyarakat di 10 destinasi prioritas dan sertifikasi unit usaha hotel dan restoran," pungkasnya. (rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong