Kepulauan Nias: Mutiara yang Terpendam

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kepulauan Nias: Mutiara yang Terpendam

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 03 Jun 2016 09:20 WIB
Kepulauan Nias: Mutiara yang Terpendam
Acara 'Nias Pesona Pulau Impian' (Afif/detikTravel)
Jakarta - Indonesia punya banyak destinasi wisata yang cantik, contohnya Kepulauan Nias di Sumatera Utara. Tapi sayang, Nias masih seperti mutiara yang terpendam.

"Nias punya potensi wisata yang besar, bagai mutiara terpendam," tutur Menkum HAM, Yasonna H Laoly dalam acara 'Nias Pesona Pulau Impian' di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (2/6/2016) malam.

Yasonna dalam acara itu juga hadir selaku Tokoh Masyarakat Kepulauan Nias. Dirinya yang merupakan orang asli Nias menyebut, Nias punya banyak jenis wisata dari alam, sejarah sampai budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nias punya banyak pantai sebagai wisata bahari dan surfing. Kekayaan budaya sangat banyak, ada tradisi lompat batu dan situs-situs megalitik," katanya.

Beberapa destinasi wisata di Kepulauan Nias, mulai dari alam ada Pulau Asu, Pulau Tello, Pantai Sorake, Pantai Lagundri, Pantai Pasir Berbisik, Pantai Toyolawa dan masih banyak lagi. Sedangkan di Desa Bawomataluo, wisatawan akan melihat tari perang dan tradisi lompat batu Nias yang khas.

"Kekayaan budaya dan alam dan Nias tidak akan ada apa-apanya jika kita (pemda-pemda di Nias) tidak menyatukan kekuatan. Pariwisata itu potensi terbesar," tegas Yasonna.

Tapi di balik itu, Nias juga harus berbenah perihal fasilitas, akses dan prasarana pariwisata. Hal tersbeut pun diungkapkan oleh Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli dalam kesempatan yang sama.

"Akses ke Nias dari Jakarta saja harus dua kali terbang ke Kualanamu dulu baru ke Bandara Binaka. Maskapai yang terbang pun cuma ada dua Wings Air dan Garuda yang tipenya ATR yang kapasitasnya cuma 70 orang," katanya.

Untuk bandara, pemerintah Kabupaten Nias sudah menandatangani MoU dengan Kemenhub untuk perpanjangan runway menjadi 200 meter yang dikerjakan tahun 2016 ini. Sehingga tahun 2017 nanti, pesawat yang terbang dari Jakarta sudah bisa mendarat langsung. Diharapkan, pesawat tipe Boeing juga dapat mendarat di Nias.

Masalah selanjutnya adalah infrastruktur ke tiap objek wisata, hotel-hotel berbintang yang belum banyak, sarana penunjuang di tempat wisata, listrik, air bersih, promosi wisata serta kesadaran masyarakat Nias terhadap pariwisata masih menjadi kendala. Maka dari itu lewat 'Nias Pesona Pulau Impian', 5 pemda dari kabupaten kota di Kepulauan Nias akan duduk bersama demi kemajuan pariwisata.

"Kami mohon dari Kementerian Pariwisata untuk bantu kami mengembangkan potensi-potensi wisata, baik dari sisi investor, prasarana dan pasar wisata," pungkas Sokhiatulo.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads