Saat traveling dengan pesawat, ada saja traveler yang tidur di ruang tunggu bandara. Modelnya pun macam-macam, ada yang tidur duduk sambil selonjoran. Namun untuk eloknya, traveler mungkin tidak tidur sambil melepas alas kaki agar tidak mengganggu traveler lain.
Hal serupa pun sempat terjadi di Bandara Internasional Gaoqi di Provinsi Xiamen, China. Seorang traveler asal negeri tirai bambu ada yang tidur selonjoran di bandara dengan melepas alas kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat detikTravel dari rekaman Youtubenya, Senin (6/5/2016), video berdurasi satu menitan tersebut memang memperlihatkan aksi traveler tersebut beserta alasan yang mendasarinya untuk mengambil tindakan tersebut.
Di awal video, tampak pria berwajah oriental yang membuat monolog akan kekesalannya ketika melihat traveler yang tertidur tanpa alas kaki di Bandara International Gaoqi di Xiamen.
Namun tidak hanya bicara, pria tersebut juga mengendap-endap menghampiri traveler yang tertidur tanpa alas kaki dan mengambil sepatunya. Tidak berhenti sampai situ, ia juga membuang sepasang sepatunya ke tempat sampah.
Aksi main hakim ala pria tersebut pun mengundang pro dan kontra dari para netizen China. Ada yang setuju dengan pria tersebut, namun ada juga yang menganggap aksinya kelewatan dan kurang tepat.
Salah satu netizen dengan username Monica P berkomentar, tindakan traveler yang tidur di bandara tanpa alas kaki memang tidak pas. Tapi tidak berarti pria tersebut bisa main hakim sendiri dan membuang sepatunya.
Netizen lain dengan username Little Big Lung malah mendukung aksi main hakim pria tersebut dengan menuliskan buang sepatu tersebut. Ulah traveler yang tidur tanpa alas kaki memang merupakan salah satu kebiasaan yang kerapkali dilakukan traveler China di ruang publik.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama