Pulau Lengkuas yang cantik dan bersih hanya tinggal angan-angan saja. Karena saat ini sudah banyak sampah yang menumpuk dari para wisatawan yang ke sana. Miris!
Pulau Lengkuas di Kabupaten Belitung belakangan ini tengah menjadi tren pariwisata dalam negeri. Hal ini sejalan dengan langkah pemerintah menetapkan Kabupaten Belitung sebagai salah satu dari 10 kawasan pariwisata prioritas.
Pulau Lengkuas misalnya. Pulau yang berada di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung menjadi daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara lantaran keindahan panoramanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya pulau ini punya banyak sampah dari turis (Ardan/detikTravel) |
Pulau Lengkuas telah menjadi ikon dari pariwisata Kabupaten Belitung. Semakin ramai wisatawan yang datang namun semakin banyak juga sampah yang tertinggal di pulau ini. Banjirnya sampah di Pulau Lengkuas disebabkan karena minimnya kesadaran wisatawan yang datang untuk menjaga kebersihan.
Akibatnya, salah seorang penjaga mercusuar bernama Suherman (52) harus turun tangan menangani sampah di pulau yang hanya dihuni oleh 3 orang ini. Tumpukan sampah dibersihkan dengan cara dibakar oleh pria paruh baya yang telah mengabdikan dirinya hampir 30 tahun menjaga mercusuar.
Padahal ada plang peringatan untuk menjaga kebersihan (Ardan/detikTravel) |
Sampah yang dibakar oleh penjaga mercusuar di Pulau Lengkuas (Ardan/detikTravel) |
"Sampah kalau banyak lagi, banyak lagi kita bakar aja," ujar Suherman kepada detikTravel saat dikunjungi rombongan Bank Mandiri di Pulau Lengkuas, Kabupaten Belitung, Selasa (7/6/2016).
Pihaknya berpesan kepada para travel agent agar peduli terhadap sampah bekas wisatawan yang singgah di Pulau Lengkuas. Seringkali para travel agent hanya membawa wisatawan dalam sebuah paket wisata namun enggan membawa sampahnya kembali.
"Kalau travel tujuannya baik bawa sampah tersebut ayo sama-sama bawa," kata Herman.
Pria paruh baya ini juga sempat geram karena turut dibebankan dalam pengelolaan sampah yang bukan menjadi tugasnya. Dirinya hanya ditugaskan oleh Kementerian Perhubungan hanya untuk menjaga mercusuar di salah satu pulau terluar di Belitung, bukan untuk membersihkan sampah.
"Saya punya gaji bukan buat sampah, tapi buat jaga keselamatan pelayaran. Hargailah petugasnya, jaga kebersihannya capek," ujar Herman.
Sampah yang menumpuk di Pulau Lengkuas pun beragam, mulai dari botol air mineral, plastik, kulit kelapa, hingga tusukan sate. Sebaran sampah di pulau ini dapat merusak potensi pariwisata yang tengah dipromosikan pemerintah.
"Sampah plastik sampai tusukan sate mereka dapat dari travel bawa guide paket ada sate udang makan buang sembarangan," tutur Herman.










































