Sampai Kapan Wisata ke Papua Terus Mahal?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sampai Kapan Wisata ke Papua Terus Mahal?

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 21 Jul 2016 16:30 WIB
Sampai Kapan Wisata ke Papua Terus Mahal?
Telaga berbentuk bintang di Papua (Putri/detikTravel)
Jakarta - Bukan rahasia lagi, wisata ke Papua lebih mahal daripada ke negeri tetangga Malaysia atau Singapura. Lalu sampai kapan, mau terus begitu?

Bupati Kabupaten Jayawijaja, John Wempi Wetipo angkat suara terkait hal itu pada jumpa pers Festival Budaya Lembah Baliem di Sea Grain Bar, DoubleTree by Hilton Jakarta Diponegoro, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016). Menurutnya, wisata ke Papua memang sangat mahal.

"Naik pesawat dari Jakarta ke Jayapura one way bisa Rp 5 juta, belum lanjut kalau mau ke mana-mana dan itu selama 5 jam kalau direct. Bensin saja di Wamena Rp 50 ribu satu liter. Di Jakarta kok naik Rp 200 perak saja demo," kelakarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka jangan kaget, harga kebutuhan di Papua khususnya di kabupaten-kabupaten seperti di Jayawijaya sangatlah mahal. Itu pun berdampak pada akomodasi alias penginapan dan komponen lain pariwisata.

Itu jugalah yang membuat wisatawan harus berpikir dua kali kalau mau traveling ke Papua. Bukan tak mungkin, malah memilih plesiran ke luar negeri yang harganya jauh lebih murah.

Padahal, Papua punya julukan sebagai surga kecil jatuh ke Bumi. Ada salju abadi, suku-suku dengan adat yang beragam, pegunungan dan hutan eksotis yang belum terjamah sampai dunia bawah laut yang super indah.

Lantas, mau sampai kapan wisata ke Papua terus mahal?

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Seharusnya adalah, siapa yang bisa membuat regulasi agar wisata ke Papua lebih murah," pungkas John.

(aff/fay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads