4 Anak Muda Tawarkan Cara Baru Liburan di Solo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

4 Anak Muda Tawarkan Cara Baru Liburan di Solo

Muchus Budi R. - detikTravel
Senin, 25 Jul 2016 17:15 WIB
4 Anak Muda Tawarkan Cara Baru Liburan di Solo
Suasana peluncuran Triponyu (Muchus/detikTravel)
Solo - Mungkin ada traveler yang bosan ke Solo karena dirasa cuma keraton, batik dan kuliner saja. Namun 4 anak muda mengembangkan tur wisata Solo dengan cara baru yang tidak konvensional.

Empat anak muda di Solo mencoba membuat terobosan perjalanan wisata di Solo dan sekitarnya. Mereka adalah Agustinus Aditya, Alfonsus Aditya, Amy Sumantri, dan Samuel Josep.

Mereka menawarkan cara baru untuk berwisata di Solo, yang berbeda dengan pemandu wisata konvensional. Diciptakanlah triponyu.com untuk mendobrak cara kmemasarkan perjalanan wisata yang dianggap membosankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rata-rata wisatawan kurang mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan dan unik dalam mengeksplorasi daerah wisata yang mereka kunjungi di Indonesia, termasuk di Solo dan sekitarnya. Rata-rata paket wisata konvensional hanya menawarkan tempat tempat yang umum dikunjungi," kata Agustinus Aditya, di Kafe Tiga Tjeret, Jl Ronggowarsito, Solo, Senin (25/7/2016).

Aditya dan kawan-kawannya berpikir bagaimana masyarakat lokal dapat menjadi pemandu wisata dengan menawarkan sisi yang berbeda. Apalagi melihat potensi bisnis traveling yang sedang menjadi tren.

"Di Kota Solo misalnya, pemandu wisata konvensional biasanya hanya membawa ke keraton, toko-toko batik atau toko penjual jajanan dan makanan. Jarang sekali wisatawan dibawa langsung ke pusat kegiatan kesenian di sanggar-sanggar seni, lokasi pembuatan batik rumahan maupun rumah warga pembuatan manakan. Kabupaten-kabupaten sekitar Solo juga memiliki beragam potensi wisata unik yang jarang mendapat perhatian karena minimnya promosi," lanjut Aditya.

Konsepnya, komunitas lokal diharapkan mampu memberikan informasi terbaik dan panduan yang tepat ketika wisatawan datang berkunjung. Pemandu lokal akan proaktif menawarkan program-program pariwisata yang unik, kreatif dan inovatif yang jauh dari kesan formal. Para pelancong pun dapat berinteraksi dan melihat langsung sehingga menjadi pengalaman wisata yang menyenangkan.

"Mereka dapat dibawa ke tempat-tempat wisata tersembunyi yang jarang dikunjungi banyak orang. Komunitas lokal ini yang kami sebut dengan local guide yang akan membantu wisatawan menikmati liburan seru. Kami ingin membangun suatu platform yang di dalamnya memberikan akses serta kemudahan bagi para local guide dan para wisatawan untuk bertemu dan menyepakati paket-paket pariwisata yang unik dan kreatif," lanjutnya.

(aff/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads