Turis China dan Australia 'Menguasai' Bali
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis China dan Australia 'Menguasai' Bali

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 28 Jul 2016 09:52 WIB
Turis China dan Australia Menguasai Bali
Turis-turis yang datang ke Bali kebanyakan dari Australia dan China (Afif/detikTravel)
Jakarta -

Tahukah Anda, turis yang paling banyak berkunjung ke Bali adalah dari China dan Australia. Berapa lama mereka tinggal dan menghabiskan uang di sana?

I Wayan Puspa Negara, praktisi dan pemerhati pariwisata Bali yang juga pernah menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Kabupaten Badung, menjelaskan tentang turis-turis yang datang ke Bali. Menurutnya, turis yang paling banyak berlibur ke Pulau Dewata adalah dari Australia dan China.

"Tahun 2015, turis Australia yang datang ke Bali kisaran 900 ribu jiwa, untuk yang dari China 700 ribu," kata Puspa Negara dalam acara peluncuran Legian Beach Festival 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Turis Australia sudah sejak lama datang berkunjung ke Bali. Hal itu dikarenakan posisi geografis yang tak jauh dan mereka juga gemar bersantai di pantai atau bermain surfing. Sedangkan turis dari China, baru booming datang ke Bali sejak tahun 2007-2008 yang tipikalnya suka datang secara grup.

"Turis Australia lama rata-rata menginap di Bali selama 7 hari, sedangkan turis China 3-4 hari. Untuk turis kelas menengah dari Australia, rata-rata menghabiskan uang Rp 50 sampai 70 juta. Lalu turis China, Rp 40-50 juta," paparnya.

Di bawah turis Australia dan China, ada turis asal Jepang yang angka kunjungannya sedang naik. Menurut I Wayan Pusspa Negara, alangkah baiknya pemerintah daerah Bali dan Kementerian Pariwisata menjadikan Pulau Dewata sebagai hub alias pintu gerbang ke daerah-daerah lain di Indonesia, khususnya ke bagian timur. Turis-turis jangan menetap di Bali saja.

Agar hal itu terjadi, Bali sebaiknya memiliki bandara tambahan agar bisa lebih banyak pesawat yang bisa mendarat. Masalahnya, Bandara Ngurah Rai yang dalam sehari didatangi 300 pesawat, pun masih cuma punya satu runway saja.

"Kalau mau lebih banyak turis yang datang ke Bali, berarti bandaranya harus ditambah. Nantinya mereka bisa terbang lagi ke berbagai destinasi khususnya ke Indonesia bagian timur," tutupnya.

(aff/rdy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads