Semakin hari, semakin banyak saja ajang sport tourism yang digelar di Indonesia. Tentu saja ini kabar gembira bagi para traveler pehobi olahraga, terutama olahraga lari. Satu yang paling baru adalah Toraja Marathon 2016, yang baru pertama kalinya digelar di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja.
"Ajang ini bagus karena bisa mempromosikan destinasi wisata melalui olahraga. Tentu kita tahu Tana Toraja sangat indah, oleh karena itu kami berharap supaya kegiatan ini banyak didatangi wisman dan wisnus," ujar Raseno Arya, Asdep Bidang Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar kepada wartawan di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (2/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk jarak 23K dan 42K akan start dari Makale di Tana Toraja, kemudian finish di Lapangan Bakti, Rantepao di Toraja Utara. Untuk yang 5K dan 10K start dan finish semuanya di Lapangan Bakti, Rantepao. Untuk jalurnya 50% datar, 50% naik turun, tapi tidak begitu curam. Jalur yang kita gunakan 50% jalan raya, dan 50% jalan pedesaan, jalan desanya sudah jalan beton, bukan jalan tanah," urai Lexi.
Suguhan utama ajang sport tourism ini tentu saja pemandangan alam Tana Toraja yang sudah terkenal indahnya. Rute lari yang akan dilewati traveler pun akan melewati beberapa destinasi wisata, termasuk Londa yang masyhur akan pemakaman di tebing batunya.
Ajang ini ditargetkan akan diikuti oleh 1.000 orang peserta, dimana 75%-nya berasal dari luar Toraja. Sebanyak 70 orang pelari dari beberapa negara, seperti Malaysia, Singapura, Inggris, Kenya bahkan Zimbabwe pun sudah menyatakan diri ikut Toraja Marathon 2016.
"Untuk 5K dan 10K kita utamakan pelari-pelari lokal. Sisanya memang kita terbuka untuk diikuti siapa saja yang berminat," ucap Lexi.
Traveler yang berminat silakan mendaftar melalui website resmi mereka, dan bersiap terpukau akan keindahan Tana Toraja di Sulawesi Selatan.
(wsw/fay)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia