Hal itu pun diungkapkan oleh Menpar Arief Yahya saat press conference press conference Aceh International Rapa'i Festival 2016 yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kamis malam (4/8/2016). Menurut Arief, Aceh memiliki potensi besar di wisata halal dan siap menyalip Lombok.
"Sejak awal Aceh dicanangkan sebagai destinasi wisata halal prioritas sejak bulan Oktober tahun 2015. Kemenpar menjalankan komitmen penuh mendukung Aceh menuju World Best Halal Tourism Destination untuk tahun 2016, hati-hati Lombok, kamu disalip oleh Aceh," sindir Arief.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Label halal itu pun tidak hanya melekat pada destinasi saja, namun pada setiap aspek kehidupan yang ada di Aceh. Diungkapkan juga oleh Ketua Tim Percepatan Wisata Halal, Riyanto Sofyan, bahwa Aceh sangat berpeluang untuk menyabet penghargaan World Best Cultural Halal Destination dalam Halal Award tahun ini.
"Ada kategori World Best Cultural halal destination, bagaimana Aceh bisa menonjolkan culturenya secara universal. Dan saya belum melihat destinasi dari negara lain yang bisa memunculkan hal itu dan bisa dinikmati oleh semua," ujar Riyanto.
Untuk itu, pihak Pemkab Aceh dibantu oleh Kemenpar tengah bebenah dan melakukan evaluasi untuk menjadi destinasi wisata halal dunia. Mulai dari perbaikan infrastruktur, sertifikasi halal hingga branding, semua tengah dikerjakan.
"Kita siapkan guide bersertifikat yang paham akan pelayanan restoran dan lain sebagainya, lalu juga industrinya yang mendukung konsep halal ini. Kita ingin restoran-restoran kita berlabel halal, kemudian hotel juga halal, paket wiasata halal, pemasarannya juga," ujar Kadisbudpar Aceh, Reza Pahlevi.
Hal senada juga dituturkan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan MM yang hadir mewakili Gubernur Aceh yang berhalangan hadir. Menurut Dermawan, dukungan pemerintah sekaligus menjadi tantangan bagi Aceh untuk lebih fokus dalam bidang wisata halal.
"Sebagai destinasi wisata halal unggulan, tentu akan menjadi peluang dan tantangan baru bagi masyarakat dan pemerintah Aceh untuk kenyambut dan melayani wisatawan, khususnya dalam penyediaan usaha pariwisata yang berbasis syariah seperti sarana ibadah yang bersih dan penyajian produk makanan minuman yang higienis dan bersertifikasi. Memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi halal," ujar Dermawan. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama