Ini Dia Tempat Wisata Baru di Bandung: Geo Culture Trek

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Dia Tempat Wisata Baru di Bandung: Geo Culture Trek

Afif Farhan - detikTravel
Senin, 08 Agu 2016 15:50 WIB
Ini Dia Tempat Wisata Baru di Bandung: Geo Culture Trek
Foto: Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) dalam peresmian Geo Culture Trek di Lembang (dok Kementerian Pariwisata)
Bandung - Ada destinasi wisata yang baru di Lembang, Bandung. Inilah Geo Culture Trek yang merupakan jalur trek menantang dan digarap oleh Alumni ITB 81.

"Ini adalah salah satu dari komitmen kami berbuat sesuatu untuk pariwisata," ujar Ketua Alumni ITB 81, Arlan Septia dalam rilis yang diterima detikTravel dari Kementerian Pariwisata, Senin (8/8/2016).

Geo Culture Trek punya jarak 2,7 kilometer di Gunung Batu, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Bandung. Arlan menyebut, lokasi trekking ini cukup menantang, medannya naik turun menyusuri perbukitan. Ini bisa menjadi destinasi wisata petualangan keluarga yang seru. Udara paginya sejuk dan khas Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah trekking dilanjut dengan aktivitas seni budaya, pameran, dan mendongeng buat anak-anak. Kini saatnya kami memperbanyak amal, menimbun pahala, membantu pariwisata," tambahnya.

Rute yang dilalui dari Gunung Batu menuju Desa Seni Cilanguk, dilanjutkan ke Vilatel Salse dan Warung Salse di Jalan Dago Giri, Desa Mekarwangi, dan berakhir di Lawangwangi. Jalur trekking ini pun akan menjadi tempat olahraga petualangan yang keren dan menyehatkan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang kebetulan Alumni Teknik Elektro ITB 80 itu menyambut positif gerakan para adik kelasnya itu. Dia bercerita soal rumus ECE dalam Sustainable Tourism Development (STD), yang pas untuk menggambarkan Geoculture Trek yang mereka gagas dan populerkan itu.

"Dalam STD itu ada 3 hal penting, saya biasa menyingkat ECE, Environment, Community, Economic Value. Kalau Environment tentu sudah banyak ahlinya di sini, makanya membuat istilah GeoCulture Trek itu. Saya tidak perlu bicara lagi," kata Arief.

Begitu juga Community, yang menurut Arief sudah dilakukan dengan pameran dan seni budaya di Lawangwangi itu. Tinggal Economic Value yang masih belum berkembang dengan baik. "Yale dan Harvard University di Amerika Serikat itu, alumnya mengumpulkan dana abadi atau Professional Endowment Fund dari para alumninya. Sekarang sudah USD 40 Miliar, atau dua kalinya value PT Telkom dengan 30.000 tenaga kerja yang pernah saya pimpin itu," tutupnya. (aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads