Ketika Jalan-jalan ke Thailand Lebih Murah Dibanding ke NTT

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ketika Jalan-jalan ke Thailand Lebih Murah Dibanding ke NTT

Afif Farhan - detikTravel
Selasa, 09 Agu 2016 17:35 WIB
Ketika Jalan-jalan ke Thailand Lebih Murah Dibanding ke NTT
Foto: (Randy/detikTravel)
Jakarta - Bukan rahasia lagi, butuh kocek mahal untuk jalan-jalan ke Indonesia bagian timur. Seperti ke NTT saja, yang jika dibandingkan ongkosnya lebih mahal daripada ke Thailand.

"Rp 4-5 juta bisa buat seminggu kita ke Thailand. Ke Labuan Bajo di NTT saja tidak cukup," ujar Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu dalam acara launching Festival Teluk Maumere di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2016).

Marius menambahkan, tiket pesawat sekali terbang ke Labuan Bajo saja Rp 1 juta lebih. Belum lagi biaya untuk hotel, makan dan wisata. Maka tak heran, kalau biaya jalan-jalan ke negeri tetangga seperti Singapura dan Thailand lebih terjangkau dibanding ke NTT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa bisa seperti itu?

"Ada banyak masalah dan keterbatasan pembangunan," kata Marius.

NTT punya banyak destinasi seperti Labuan Bajo, Pulau Komodo, Ende, Maumere, Larantuka, Alor dan Kupang. Untuk masalah pesawat, baru beberapa pesawat saja yang terbang langsung ke Labuan Bajo dan Kupang seperti Garuda Indonesia. Sisanya harus transit dulu di Bali atau Makassar yang bikin harganya lebih mahal.

Bisa dibilang masalah utamanya adalah di tiket pesawat. Tak banyak pula, pesawat-pesawat yang terbang ke NTT menebar diskon. Hal ini berbanding terbalik dengan maskapai-maskapai yang terbang ke Singapura atau Thailand yang kerap kali memberi diskon gila-gilaan.

"Kita kesulitan dalam mengangkut wisatawan," keluh Marius.

Faktor lainnya adalah SDM pariwisata di NTT. Tentu saja, hal ini jdi PR bagi pemerintah Provinsi NTT agar masyarakat di sana makin terbuka dan ramah, sehingga membuat wisatawan betah, nyaman dan mau kembali lagi.

"Kami terus berusaha agar masyarakat akrab dengan pariwisata," tutupnya. (aff/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads