Pernyataan itu pun terlontar dari Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India, Mahesh Sharma. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (30/8/2016) imbauan larangan wisatawan untuk memakai rok itu pun diungkapkan Sharma pada jurnalis di Agra Minggu lalu (28/8) seperti diberitakan Al Jazeera.
Dijelaskan oleh Sharma kalau wisatawan akan diberi buku panduan apa yang boleh dan tak boleh dilakukan ketika tiba di bandara India. Buku itu pun akan berisi imbauan untuk tidak mengenakan rok atau bepergian seorang diri di kota kecil saat malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas pernyataan Sharma pun segera mengundang kontroversi, khususnya oleh netizen di sosmed seperti twitter. Ini pun bukan kali pertama, sebelumnya Sharma juga pernah diejek oleh netizen akibat pernyataannya yang kontroversial.
"MaheshSharma, pulang lah ke rumah dan buat sandwich. Jangan mendikte aturan pada wanita lewat budaya India," kicau netizen bernama SheSays di jejaring Twitter.
Menyadari banyaknya kicauan di internet dan media, Sharma pun segera memberikan klarifikasi seputar pernyataannya pada Senin kemarin (29/8). Sharma merevisi, bahwa aturan tersebut hanya berlaku di kuil saja.
"Yang saya katakan jika mereke masuk ke kuil, mereka harus melepaskan sepatu dan menutupi kepala jika memasuki Gurudwara (rumah ibadah umat Sikh - red)," ujar Sharma seperti ditulis Indian Express.
Dilanjutkan oleh Sharma, bahwa ia tidak melarang seseorang untuk berpakaian. Diungkapkan juga oleh Sharma, bawah India dikenal akan budayanya yang kaya, dan pelarangan seperti itu merupakan hal yang tidak dapat dibayangkan.
Terlepas dari pernyataannya yang kontroversial, menjaga keamanan wisatawan adalah tugas dari Sharma selaku Menteri Pariwisata dan Kebudayaan India. Semua untuk keamanan wisatawan.
(wsw/rdy)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Terpopuler: Pendaki Bawa Sapi ke Gunung Rinjani untuk Disembelih,Berujung Dikecam