Jurus Kemenpar Menjual Wisata Indonesia di Dunia Maya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jurus Kemenpar Menjual Wisata Indonesia di Dunia Maya

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Kamis, 15 Sep 2016 15:30 WIB
Jurus Kemenpar Menjual Wisata Indonesia di Dunia Maya
Menpar Arief Yahya saat berkeliling di area Rakornas (Wahyu/detikTravel)
Jakarta - Era digital sudah di depan mata dan harus dihadapi. Kemenpar pun sudah menyiapkan jurus-jurus menjual pariwisata Indonesia di dunia maya.

Kemenpar secara resmi meluncurkan 'War Room M-17', sebagai pusat komando untuk menentukan strategi di bidang pariwisata dalam menghadapi persaingan global. Namun ternyata, tak hanya itu saja yang disiapkan Kemenpar dalam menghadapi persaingan global di era digital ini.

"Kami sedang siapkan digital marketplace untuk destinasi-destinasi wisata di Indonesia sebagai tempat berpromosi. Jadi, mereka bisa promosi lewat platform ini," ungkap Menpar Arief Yahya dalam acara Rakornas Pariwisata Ke-3 di Gedung Ecovention, Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Digital marketplace yang dimaksud Arief adalah ITX, Indonesia Tourist eXchange. Inilah pusat perbelanjaan digital, tempat dimana sektor swasta maupun pemerintah daerah bisa mempromosikan dagangan pariwisata mereka, baik itu paket wisata, tiket masuk, atraksi, hingga kalender of event dari masing-masing pemerintah daerah.

Namun menurut Arief, tidak semua event dari daerah bisa masuk ke index ITX. Hanya yang sudah terverifikasi , dan ada Kalender of Eventnya saja yang akan dipromosikan oleh Kemenpar lewat ITX sebagai digital marketplacenya.

"Tidak semua event daerah/kabupaten bisa kita promosikan di ITX. Event dari daerah akan dikurasi oleh Kadispar Provinsi, nanti kita bikinkan Top 3, Top 5 dan Top 10. Data administrator juga harus pastikan event itu ada tanggalnya atau tidak. Kalau tidak, mereka tidak akan dipromosikan," jelas Arief.

Arief mengakui platform digital ITX, belum bisa dibilang perfect, namun di era digital sekarang, digital marketplace seperti ini memang harus dipaksakan kehadirannya, mau tidak mau jika ingin survive dan bersaing di kancah global.

"Memang harus dipaksa. Daerah kalau bikin event, harus ada websitenya, kalau tidak ada, nggak bisa dipromosikan. Daerah boleh mengadakan event sebanyak-banyaknya, namun selama belum dicap oleh Kemenpar, itu belum masuk ke dalam event nasional," tegas Arief.

Dengan adanya digital marketplace ITX ini, dari sisi demand akan terpantau dengan baik, data warehousenya juga bisa tersimpan dengan baik. Wadah digital ITX ini tentunya akan makin memudahkan wisatawan saat liburan di era gadget. (rdy/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads