Kemenpar secara resmi meluncurkan 'War Room M-17', sebagai pusat komando untuk menentukan strategi di bidang pariwisata dalam menghadapi persaingan global. Namun ternyata, tak hanya itu saja yang disiapkan Kemenpar dalam menghadapi persaingan global di era digital ini.
"Kami sedang siapkan digital marketplace untuk destinasi-destinasi wisata di Indonesia sebagai tempat berpromosi. Jadi, mereka bisa promosi lewat platform ini," ungkap Menpar Arief Yahya dalam acara Rakornas Pariwisata Ke-3 di Gedung Ecovention, Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun menurut Arief, tidak semua event dari daerah bisa masuk ke index ITX. Hanya yang sudah terverifikasi , dan ada Kalender of Eventnya saja yang akan dipromosikan oleh Kemenpar lewat ITX sebagai digital marketplacenya.
"Tidak semua event daerah/kabupaten bisa kita promosikan di ITX. Event dari daerah akan dikurasi oleh Kadispar Provinsi, nanti kita bikinkan Top 3, Top 5 dan Top 10. Data administrator juga harus pastikan event itu ada tanggalnya atau tidak. Kalau tidak, mereka tidak akan dipromosikan," jelas Arief.
Arief mengakui platform digital ITX, belum bisa dibilang perfect, namun di era digital sekarang, digital marketplace seperti ini memang harus dipaksakan kehadirannya, mau tidak mau jika ingin survive dan bersaing di kancah global.
"Memang harus dipaksa. Daerah kalau bikin event, harus ada websitenya, kalau tidak ada, nggak bisa dipromosikan. Daerah boleh mengadakan event sebanyak-banyaknya, namun selama belum dicap oleh Kemenpar, itu belum masuk ke dalam event nasional," tegas Arief.
Dengan adanya digital marketplace ITX ini, dari sisi demand akan terpantau dengan baik, data warehousenya juga bisa tersimpan dengan baik. Wadah digital ITX ini tentunya akan makin memudahkan wisatawan saat liburan di era gadget. (rdy/fay)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Terpopuler: Pendaki Bawa Sapi ke Gunung Rinjani untuk Disembelih,Berujung Dikecam