Pantau Turis Nakal, Menpar Akan Gabung Crisis Center dan War Room

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pantau Turis Nakal, Menpar Akan Gabung Crisis Center dan War Room

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Kamis, 15 Sep 2016 17:32 WIB
Pantau Turis Nakal, Menpar Akan Gabung Crisis Center dan War Room
Foto: Menpar Arief Yahya saat jumpa pers (Wahyu/detikTravel)
Jakarta - Ulah turis nakal yang viral di medsos terkadang luput dari pantauan pemerintah. Kemenpar berencana menggabung Crisis Center dan War Room untuk memantau turis dan masalah bencana.

Untuk menangani masalah-masalah khusus, Kemenpar memang punya Crisis Center sebagai unit reaksi cepat jika ada bencana atau masalah besar menimpa wiatawan. Sementara untuk, isu-isu strategis mengenai kebijakan pariwisata di era digital, Kemenpar punya pusat komando baru, yaitu War Room M-17 yang baru saja diresmikan.

Menpar pun ditanya apakah War Room ini bisa memantau kejadian yang viral di medsos, seperti kasus karang dirusak di Bali (https://travel.detik.com/read/2016/09/13/145000/3296906/1382/ini-reaksi-menpar-soal-karang-yang-dirusak-turis-di-bali). Menpar Arief Yahya menjawab, dia ingin isu-isu yang viral di dunia maya atapun bencana bisa dipantau juga lewat War Room.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini Crisis Center blm terintegrasi ke War Room. Mungkin ke depannya bisa dimasukkan. Crisis Center kini juga tengah bekerja, ada kasus tabrakan kapal di Gili Trawangan. Crisis Center memang kita manage dengan baik," jelas Arief kepada wartawan saat jumpa pers di Lantai 2 Gedung Econvention, Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/9/2016).

Arief pun mencontohkan kerja nyata Crisis Center dalam menghadapi masalah, yaitu ketika teror bom pos polisi Thamrin. Kerja Crisis Center ini terhitung sangat cepat dan responsif terhadap masalah tersebut.

"Saya fully turun tangan sendiri, sampai tidak tidur semalaman. Kita sangat responsif saat itu," kata Arief.

Sementara itu, untuk kasus lain, meski skalanya belum sebesar bom Thamrin tetap dipantau juga oleh Kemenpar. "Yang diharapkan masyarakat kan respon yang cepat. Itu yang kita usahakan," tutup Arief. (aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads