"Salam Pesona Indonesia" teriak Cepot memberi salam.
Seperti yang dilihat detikTravel dari rilis Kemenpar pada Senin (19/9/2016) Wayang Ajen tampil beda dan unik. Wayang Ajen dijadikan media sosisalisasi untuk mengangkat isu-isu popular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin semua pesan sampai, karena dengan lakon yang lucu dan menarik, akan lebih mudah terserap ke masyarakat," Ujar Wawan alias Ki Dalang Wayang Ajen.
Menurutnya, wayang bukan hanya sekedar pentas. inilah esensinya peran dan fungsi pertunjukan wayang sebagai tontonan dan tuntunan. Pesan moral inilah yang paling penting.
"Masyarakat harus bantu pariwisata, foto keindahan alam Banjarmasin dan kalimantan Selatan, up load di sosial media, sebarkan keindahan kita ke dunia dengan digital, kita tidak boleh tertinggal," tambah Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno Arya.
Hal itu memang yang sedang digencarkan Menteri pariwisata Arief Yahya di Rakornas ke-3 Kemenpar, Jumat (16/9) yang lalu dengan tema Go Digital Be The Best. Karena itu, materi itu langsung disosialisasikan dalam pertunjukan wayang Ajen go digital.
Dalam pertunjukannya Ki Dalang Wawan menekankan lewat tokoh wayang Cepot, pentingnya go digital untuk memenangkan persaingan. Sehingga Wayang semakin dikenal oleh masyrakat Dunia.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Provinsi Kalsel, Mohandas Hendrawan, berterima kasih kepada Kemenpar atas dukungan Wayang Ajen di Festival Pasar Terapung. Ia menyadari memajukan Pariwisata itu bukan hanya kerja pemerintah saja, namun semua stake holder terkait dan juga bantuan masyarakat.
"Selain kita terbuka ke dunia dengan era digital, kesadaran masyarakat juga harus dijaga," kata Mohandas.
Mohandas menambahkan bahwa Pariwisata adalah wajah bangsa. Keramah-tamahan dan sopan santun menjadi hal penting yang dikedepankan.
"Jangan ada kriminal, jangan membuang sampah sembarangan, jaga destinasi kita, dan sumber daya manusia kita harus segera di up grade agar kita bisa masuk standar dunia," kata Mohandas.
Festival Pasar Terapung juga masih bisa dinikmati dari tanggal 16 hingga 20 September 2016. Ada 9 lomba yang digelar pada Festival Budaya Pasar Terapung yakni, Lomba Pawai Budaya, Banjar Fashion Carnaval, Festival Sinoman Hadrah, Lomba Permainan Tradisional Balogo, Festival Kuliner Daerah pada Kampoeng Banjar, Sasirangan Street Festival, Lomba Masak Para Chef Hotel dan Restoran, Lomba Jukung Hias Para Pedagang Pasar Terapung, dan Lomba Photo Objek Festival Pasar Terapung.
Kalsel merupakan wilayah yang kaya akan legenda. Beberapa diantaranya sudah mendunia. Ada Pasar Apung, Kuliner masakan ikan air tawar, Ikan goreng gurih Saluang, Batu akik Martapura, Sungai Barito, Monyet berhidung "petruk" panjang.
"Kalau kita Solid, Speed dan Smart, saya yakin semua akan tercapai. Semangat ini yang akan saya tekankan juga di Kalimantan Selatan," ungkap Mohandas. (wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru