Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 03 Okt 2016 17:30 WIB

TRAVEL NEWS

Sudah Go Digital, Wisata ke Jateng Kian Mudah

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Slogan pariwisata Jateng (dok/Disbudpar Jateng)
Slogan pariwisata Jateng (dok/Disbudpar Jateng)
Jakarta - Seiring dengan perkembangan teknologi, Disbudpar Jateng pun kini sudah Go Digital. Mencari info seputar wisata Jateng di internet pun kian mudah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga melek digital. Bahkan di media social, orang nomor satu di Jawa Tengah ini aktif menyapa warganya melalui twitter.

Saat bertemu Menpar Arief Yahya di acara Serikat Perusahaan Pers (SPS) di Hotel Aston Semarang belum lama, juga menjelaskan peran media social dalam mengelola pemerintahan. Terutama mendengarkan keluhan dari bawah dan mendistribusi kepada birokrasi terkait.

Menpar Arief Yahya pun punya tantangan baru untuk Ganjar, yakni mendigitalisasi semua hal yang terkait dengan industri Pariwisata. Karena itu, website Pariwisata milik pemda harus up date, terkoneksi dengan website industry yang menjual paket-paket.

"Siap, soal go digital, kami sudah siap," kata Kadisbudpar Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo dalam surat keterangan pers Kemenpar yang diterima detikTravel, Senin (3/9/2016).

"Sejak 2014 kami sudah menggunakan promosi pariwisata berbasis digital. Dari mulai E-Book, Aplikasi Mobile, Lomba Blog, Digital Photobank, semuanya ada. Tinggal klik https://www.central-java-tourism.com/ semua info terkait Pariwisata Jateng langsung tersedia," lanjut Prasetyo Aribowo.

Menurut Prasetyo, update destinasi andalan, atraksi masing-masing kabupaten, kota, transportasi, tour package, travel agent, kuliner, restoran, desa wisata, hotel, homestay, UMKM, souvenir, calendar of events, semuanya sudah digital. Semua tersaji dengan sangat cepat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Melalui internet, wisatawan bisa cepat tahu jalan mana yang terdekat untuk menuju Borobudur. Penginapan mana yang recommended di sekitar Dieng. Kuliner khas seperti apa yang bisa dinikmati di Karimunjawa. Semua bisa diketahui dalam hitungan detik. Wisatawan bisa searching, downloading, browsing dengan sangat mudah.

"Ada banyak platform yang memudahkan pengunjung atau calon customers untuk bertransaksi. Mereka bisa melihat-lihat, memilih paket yang cocok, lalu booking dan membayar sesuai dengan keinginannya. Jadi hemat waktu, hemat tenaga. Nggak perlu datang ke kantor travel dan bertransaksi manual," tambah Prasetyo.

Soal platform dan content, tampilan Central java E-Tourism didesain sangat simpel. Webnya didesain menjadi mirip pasar atau mal yang berisi paket-paket pariwisata dari para pelaku bisnis pariwisata.

Mau cari apapun terkait pariwisata Jateng pasti ada. Gunung Prau Wonosobo, Gedung Songo Semarang, Luweng Sewu Wonosobo, Tour Kereta Tua Ambarawa, Air Terjun Glawe, Borobudur Magelang, Sunrise Bukit Sikunir, hingga Karimunjawa.

Tour packagenya? Tiap kabupaten atau kota di Semarang pasti terdaftar. Dari mulai Semarang City Tour, Sunrise Tour at Borobudur, Dieng Plateu Doble Sunrise Tour, Relaxing Semarang Tour, Karimunjawa Islands Tour, Solo City Tour, Batik Solo Tour, Vicinity Solo Tour, Semarang Golf Tour, Mount Merapi Adventurous Tour, Tlogo Agro & Ambarawa Loco hingga Central Java & Shopping Pilgrimate Tour semuanya ada. Dari mulai nama paket, destinasi yang dikunjungi, hingga harga, semuanya tersaji dengan lengkap dan detil.

Selain telah berbasis digital, tak sedikit operator tur yang sudah tergabung di Disbudpar Jawa Tengah. Kabupaten Semarang misalnya. Sudah ada enam travel tour yang berpromosi via digital.

Magelang, Pekalongan, Salatiga, Semarang Kota/Kabupaten, Surakarta, Tegal, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Pati, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, hingga Sragen, juga sudah terinput di Central java E-Tourism.

Selain paket wisata dan destinasi, wisatawan juga bisa mencari info seputar atraksi hingga kuliner yang khas via internet. Dari mulai mendoan, lotek, buntil, sup senerek, gethuk gondok, tahu kupat, sego megon, pindang tetel, Enting-Enting Gepuk, ampyang, wedang ronde, lumpia, bandeng presto, ganjel rel, tahu pong, mie kopyok, nasi liwet, sate kere, gudeg ceker, selat Solo, madarijin, torakur, serabi ngampin, semua ada.

"Kalau dikumpulkan jumlahnya bisa ratusan. Itu belum termasuk restoran yang sudah terinput di database Central java E-Tourism ," ujar Prasetyo.

Suvenir? Ada beragam aneka batik yang bisa didapatkan di tiap wilayah. Itu belum termasuk kerajinan tangan dari kayu, ban bekas serta bambu.Yang suka sport dan petualangan, bisa ambil paket Goa Petruk, Elo Progo Rafting, Serayu River Rafting dan Trekking di Gunung Merapi

Yang mau lihat tradisi dan budaya yang relatif masih asli bisa merasakan sensasi menginap di pondok-pondok wisata. Ada tujuh pilihan yang bisa dinikmati. Dari mulai desa wisata Candirejo, Dieng, Duwet, Karangbanjar, Karimunjawa, Ketenger, dan Selo, semuanya sangat direkomendasikan.

Untuk kalender kegiatan di Semarang, ada Old City Festival, Solo International Performing Art hingga Grebeg Besar Demak, lengkap dengan tanggal dan lokasi acara.

Hotel yang tergabung di Central java E-Tourism juga ada. Magelang, dari hotel bintang dua seperti Borobudur Indah Hotel hingga bintang lima seperti Puri Asri Hotel, semuanya ada.
"Ada juga galeri foto dan video yang kami sediakan. Jadi bagi yang belum pernah ke Jawa Tengah, bisa membayangkan suasana destinasi yang akan dikunjungi," ungkap Pras.

"Sekarang kami mulai mengembangkan mobile apps untuk mempermudah akses wisatawan yang mobile. Kelak kami akan bersinergi dengan TXI Digital Market yang sudah dilaunching pak Menteri (Arief Yahya, red)," tutup Prasetyo. (aff/rdy)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED