Lombok memang punya keindahan alam yang tak jauh berbeda dengan Bali. Pantai-pantainya cantik, budaya pun masih terjaga. Terlebih lagi masyarakat Lombok mayoritas muslim, sehingga sangat cocok sebagai destinasi wisata halal.
Kemenangan Lombok sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia pun langsung berefek dengan naiknya jumlah wisatawan muslim yang liburan ke sana. Hal tersebut dibuktikan dengan naiknya jumlah tingkat okupansi hotel yang mencapai 80%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arief menyebut itu sebagai kekuatan branding. Branding Lombok sebagai destinasi wisata halal akan makin kuat, setelah diakui oleh dunia internasional. Buktinya Lombok keluar sebagai juara dunia untuk kategori destinasi wisata halal terbaik.
"Teorinya adalah, kalau brand image kamu naik 10%, maka profit kamu akan naik 11%, investment 2%. Jadi linear antara brand image dan tourism," papar Arief.
Ditemu di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Muhammad Faozal, mengakui bahwa efek menjadi juara dunia destinasi halal terbaik sungguh dahsyat. Kini, hotel-hotel di Lombok selalu penuh hampir di setiap bulan.
"Tingkat okupansi hotel mencapai 80%. Bulan Agustus, September, Oktober ini sedang puncak-puncaknya. Lalu nanti di Bulan Desember agak turun sedikit, tapi masih. Nanti di Januari, Februari akan naik lagi," kata Lalu.
Untuk mengantisipasi turunnya jumlah wisatawan di akhir Tahun 2016 hingga awal tahun 2017, Lalu mengaku sudah punya strategi khusus. Akan ada event yang dijamin akan menarik minat wisatawan untuk kembali datang ke Lombok.
"Di Bulan Januari Februari, kami menyiapkan Lombok Great Sale. Paket-paket wisata juga didiskon di event ini. Tunggu saja," ungkap Lalu. (rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama