Jagalan Festival berlangsung tanggal 29-30 Oktober 2016 di Desa Jagalan, Kotagede, Yogyakarta. Festival diinisiasi oleh kelompok Arsitek Komunitas Jogja (Arkomjogja) dan Karang Taruna Desa Jagalan, serta didukung oleh AirAsia.
Dalam rilis kepada detikTravel, Minggu (30/10/2016), Jagalan Festival bertujuan memamerkan kekayaan peninggalan dari kawasan yang sarat dengan sejarah, melalui suguhan beragam karya arsitektur, film dan fotografi, serta karya seni lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Traveler yang berkunjung ke Jagalan Festival dapat mengikuti diskusi, melihat pameran, hingga beragam pertunjukan. Pengunjung juga berkesempatan untuk mencoba mempraktekkan karya seni tradisional yang langka langsung dari pakarnya. Pada terakhir penyelenggaraan ini, traveler masih bisa menikmati suasana festival hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
"Program konservasi ini diinisasi dalam rangka menggali lebih dalam potensi pariwisata yang dimiliki Kotagede, dan di saat yang bersamaan mengajak masyarakat setempat untuk turut serta berpartisipasi," ujar Komisaris AirAsia Indonesia, Dharmadi.
Beberapa acara utama lainnya antara lain adalah lokakarya membuat sketsa oleh arsitek Arkomjogja dan juga lokakarya kerajinan perak oleh pengrajin Selaka Kotagede. Yang tak kalah seru adalah Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka, di mana pengunjung dapat mengeksplorasi artefak dan peninggalan sejarah sebuah desa yang berusia ratusan tahun.
Festival kali ini juga memperkenalkan rute telusur kampung yang baru, yang akan membawa pengunjung melihat peninggalan Kesultanan Mataram yang terkenal. Jagalan sendiri adalah salah satu dari lima desa yang membentuk zona inti kawasan bersejarah Kotagede, yang dulunya merupakan ibukota kerajaan Islam pada abad ke-16.
"Wajah desa yang dikenal sebagai akar dari perdagangan perak sejak 500 tahun yang lalu telah banyak berubah selama 20 tahun terakhir. Kami berharap menggunakan kesempatan ini untuk lebih meningkatkan kesadaran pentingnya konservasi budaya kepada masyarakat," Koordinator Arkomjogja, Yuli Kusworo.
Festival ini juga diharapkan bisa memicu pertumbuhan pariwisata di Kotagede. Juga memberi semangat kepada seluruh warga untuk lebih siap lagi menjadi tuan rumah yang baik kepada wisatawan yang datang.
"Kami ingin melihat Yogyakarta menjadi destinasi wisata yang jumlah tamunya terus meningkat dan tentu saja pada akhirnya membawa kesejahteraan yang lebih baik lagi untuk seluruh masyarakatnya," tutur Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Tazbir Abdullah. (krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru