"Soal akses adalah pekerjaan Kementerian PU-PERA dan Kemenhub. Akses kita, masih sangat lemah," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Penandatanganan MoU antara Kemenpar, AirNav, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II di Ruang Rapat Lantai 16 Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).
Arief memberikan contoh, penerbangan langsung China-Indonesia masih kalah dibanding China ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Perbedaan angkanya pun cukup mencolok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"China itu pasar utama kita. Dulu dia nomor 4, tapi kini menyalip Australia, Malaysia dan Singapura," tegas Arief.
Selain itu, Arief juga menyayangkan belum adanya penerbangan langsung India ke Indonesia. Turis India patut diperhitungkan karena angka kunjungannya yang stabil dan cenderung meningkat tiap tahun.
Arief menjelaskan, kebanyakan turis yang mau liburan ke suatu destinasi menginginkan adanya penerbangan langsung. Maka dari itu, dirinya mengajak pihak maskapai untuk menambah seat dan membuka rute baru, serta meminta untuk mempermudah perizinannya kepada pemerintah.
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar