Pada hari Minggu (22/1/2017), Wapres Jusuf Kalla beserta Menpar Arief Yahya melakukan peninjauan lokasi bandara Buntu Kuni di Tana Toraja. Ini dilakukan untuk meningkatkan pariwsata Tana Toraja yang kaya dengan budaya.
"Kenapa Toraja bisa bertahan dengan budayanya? Ini bagaimana kami bisa menghadirkan, menghargai dan memfasilitasi adat istiadat di tana toraja," kata Nicodemus Biringkanae, Bupati Tana Toraja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasian wisatawan dari Jerman misalnya yang cuma punya waktu 3 hari, 2 hari saja habis untuk perjalanan. Sampai sini cuma istirahat karena capek," ucap Nicodemus.
Salah satu yang terkenal lainnya di sana adalah Kopi Toraja. Kopi Toraja merupakan magnet bagi wisatawan lokal maupun mamcanegara. Kopi ini berasal dari Pango-pango. Selain kopi, ternyata Pango-pango juga memiliki atraksi 3 warna awan. Atraksi ini bisa traveler lihat saat sunrise.
"Wisata ke Pango-pango saja mengahasilkan 500 wisawatan per hari. Yang kami butuhkan untuk memajukan Tator adalah infrastruktur. Tanpa infestor dan pembangunan maka turis akan sulit mencapai Tator," jelas Nicodemus.
Bupati berharap pembangunan Bandara Buntu Kunyi akan selesai dalam 2 tahun. Tak mau langsung Internasional, Bupati ingin akses dengan pesawat ATR menjadi pionir di Buntu Kunyi.
"ATR saja dulu, biar wisatawan yang lanjut usia bisa datang ke sini," jelas Nicodemus.
Bupati berharap nantinya akan ada 150 wisman dan 300 wisnus per harinya. Sehingga Tator berkontribusi makin banyak dalam pariwisawa Indonesia. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi, Kertajati Jadi Bengkel Pesawat
Prabowo Beri Lampu Hijau, Bandara Husein Sastranegara Mulai Bersolek
Jokowi Dapat Gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Kagungan Lampung, Apa Maknanya?