Jenis karang yang digurat di Raja Ampat adalah Yellow Brain Coral (Diploria labyrinthiformis). Yellow Brain Coral termasuk ke dalam jenis karang massive.
Guratan karang yang berada di Nusa Penida Bali beberapa waktu lalu juga termasuk ke dalam jenis massive dari famili Poritidae. Kenapa jenis karang ini yang selalu digurat ya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibandingkan dengan karang bercabang yang mudah patah, jenis massive memiliki struktur yang lebih keras. Hal ini dikarenakan struktur kerangkanya yang pejal atau massive. Di mata turis nakal yang tidak bertanggung jawab, karang ini ibarat papan tulis yang siap mereka gurat-gurat tanpa ampun.
"Dan umumnya yang dipilih Poritidae karena termasuk spesies yang memiliki koralit kecil dan jaringan lunak alias binatang karang atau polip karang," jelas Diah.
Jaringan lunak ini memiliki tebal yang hanya beberapa milimeter, sangat tipis. Hal inilah yang menyebabkan karang sangat mudah untuk digores.
Menurut Diah, masyarakat harus diedukasi kalau karang massive yang tampilannya seperti batu itu sesungguhnya adalah binatang. Ia berharap edukasi tentang karang diajarkan terus-menerus diberbagai kesempatan.
"Ini untuk mendidik masyarakat tentang terumbu karang dan binatang karang sebagai penyusun ekosistem," tutup Diah.
(bnl/fay)











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar