Lestarikan Budaya, Banyuwangi Gelar Atraksi Seni Budaya Tiap Hari

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Lestarikan Budaya, Banyuwangi Gelar Atraksi Seni Budaya Tiap Hari

Ardian Fanani - detikTravel
Rabu, 15 Feb 2017 10:47 WIB
Lestarikan Budaya, Banyuwangi Gelar Atraksi Seni Budaya Tiap Hari
Foto: Ardian Fanani/detikTravel
Banyuwangi - Banyuwangi memang dikenal sebagai kota festival. Demi menjaga seni budaya, Banyuwangi adakan atraksi tiap malam untuk dinikmati oleh warga lokal dan turis.

Sejak awal tahun 2017 Pemkab Banyuwangi menggelar pentas seni dan budaya setiap hari di tengah kota Banyuwangi. Pelakunya adalah para siswa yang ada di penjuru Banyuwangi.

Ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Banyuwangi. Juga atraksi bagi wisatawan yang datang dan ingin melihat kesenian dan kebudayaan khas Banyuwangi. Halaman Gedung Pamer di jalan Ahmad Yani disulap menjadi pentas bagi penampilan beraneka atraksi seni budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti Selasa malam (14/2/2017), puluhan siswa gabungan dari tiga sekolah di Kecamatan Songgon menampilkan beragam kesenian, mulai dari tari Gandrung, jaranan, hingga pantomim. Semua dimainkan oleh siswa sekolah, termasuk musik tradisional pengiring tarian turut dimainkan anak sekolah.

"Kami mendapatkan masukan, banyak wisatawan yang sebenarnya ingin melihat pertunjukkan kesenian Banyuwangi. Maka mulai Januari lalu kita mulai menggelar pertunjukkan seni dan budaya lokal setiap hari. Ini menjadi destinasi wisata baru," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikTravel.

Namun di balik pertunjukan itu, kata Anas, pentas seni budaya ini digagas sebenarnya untuk menyiapkan panggung bagi generasi penerus budaya. Semua kesenian lokal yang ada di wilayah masing-masing ditampilkan secara bergilir.

"Panggung ini menjadi media bagi anak-anak untuk berani tampil di panggung yang lebih luas, yang lebih banyak ditonton warga. Tidak lagi hanya tampil di tingkat desa atau kecamatan saja. Kita terus kasih ruang bagi generasi penerus budaya. Ini modal bagi mereka untuk membentuk kepercayaan dirinya," ujar Anas.

"Ini juga bentuk pemerataan, siswa di pelosok desa kami berikan kesempatan yang sama untuk bisa tampil di kota. Dan terbukti, penampilan siswa asal Songgon tak kalah jauh dengan penampilan sekolah di kota," tambah Anas.

Menurut Anas, konsistensi memberikan ruang bagi generasi pecinta seni ini penting untuk mendorong tumbuhnya talenta. Karena, selama ini anak-anak banyak didorong mempelajari seni, tapi jarang diberikan ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka pelajari dan mereka senangi.

"Bagi kami, kesenian dan pariwista tidak hanya untuk mendatangkan turis. Atraksi wisata yang kita buat, adalah salah satu cara untuk konsolidasi budaya. Mereka harus berlatih rutin sebelum tampil, belum lagi mereka harus berlatih atraksi bareng dengan siswa lintas sekolah. Konsolidasi budaya perlahan akan tercipta," terangnya.

Seperti yang dituturkan Khusnul khotimah siswa SDN 1 Sumberbulu Songgon. Khusnul yang datang bersama rombongan satu bus ini mengaku sangat senang diberi kesempatan bisa manggung di kota Banyuwangi.

"Awalnya malu dan takut waktu mau mulai, tapi pas manggung rasanya senang banget. Semoga acara semacam ini diadakan terus, biar kita ada kesempatan nari di kota. Sudah sering kalau nari di sekitar sekolah atau desa saja," ujar siswi kelas 5 ini.

Selain menggelar pentas seni dari hari Minggu sampai dengan Jumat, Banyuwangi juga memiliki agenda wisata Banyuwangi Weekend. Acara ini juga merupakan atraksi budaya yang digelar setiap Sabtu malam di taman kota, Taman Blambangan. Jika pentas seni diisi siswa sekolah, atraksi malam minggu ini pelakunya adalah sanggar seni. (bnl/bnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads