"Taman ini akan dioperasikan tiap malam minggu pada jam-jam pertunjukan pukul 19.30, 21.00 dan 22.00 WIB. Fasilitas ini dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis. Ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup serta kebahagian masyarakat," ujarnya dalam sambutan peresmian Air Mancur Taman Sri Baduga Purwakarta, Sabtu (18/2) malam seperti dalam rilis yang diterima detikTravel, Minggu (19/2/2017).
Taman Air Mancur Sri Baduga yang berada di kawasan Situ Buleud ini menjadi destinasi favorit masyarakat, karena setiap malam minggu dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian berupa drama tari musik antara lain kelompok Charly Van Houten, Emka 9, dan Purwakancana Percution, serta tarian kolosal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekad Pemkab Purwakarta meningkatkan unsur 3A (Atraksi, Amenities, dan Aksesibilitas) akan membuahkan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah ini. Kunjungan wisatawan ke Purwakarta per November 2016 sebanyak 903.885 (terdiri 1.280 wisatawan mancanegara dan 902.605 wisatawan Nusantara) mengalami kenaikkan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," papar Arief.
Taman Air Mancur Sri Baduga merupakan pengembangan dari Situ Buleud yang dibangun sejak 2013 dan mulai diresmikaan tahap pertama pada Januari 2014. Keberadaan Taman Sri Baduga ini melengkapi Purwakarta sebagai destinasi 1.000 taman dari yang tradisional seperti Taman Pesanggrahan Padjajaran sampai dengan taman modern seperti Taman Wakuncar.
Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta diperindah dengan patung Prabu Kian Santang, anak Prabu Siliwangi atau Sri Baduga. Patung itu dibuat dengan posisi duduk dan kaki bersila bersama bunga lotus besar. Di sekeliling patung ada dua ribu semprotan air mancur yang menari mengikuti irama musik serta ornamen pewayangan. Untuk menarik para pengunjung taman tersebut dilengkapi dengan fasilitas air siap minum, serta booth untuk para penghobi berfoto selfie. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama