Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Feb 2017 10:55 WIB

TRAVEL NEWS

Alhamdulillah, Jepang Terus Geber Fasilitas Untuk Turis Muslim

Firdaus Anwar
detikTravel
Wisatawan foto-foto di Taman Kenrokuen (Firdaus/detikTravel)
Takayama -
Dengan dipermudahnya visa untuk traveler Indonesia ke Jepang, diprediksi akan makin banyak wisatawan muslim. Jepang pun menggenjot fasilitas ramah muslim di Takayama.

Beberapa fasilitas tersebut di antaranya seperti penyediaan tempat salat dan sertifikasi halal restoran atau hotel. Nobuhisa Hori dari Divisi Promosi Pariwisata Prefektur Gifu mengatakan untuk saat ini proyek wisata ramah muslim ini masih berpusat di satu kota yaitu Takayama.

Namun ke depannya diharapkan akan semakin banyak kota yang mengikuti seiring peningkatan jumlah turis. Dengan demikian, turis muslim termasuk dari Indonesia bisa liburan dengan nyaman.

"Kami berusaha membantu Takayama dulu untuk membuatnya menjadi kota model. Setelah Takayama saya memperkirakan usaha ini akan menyebar ke kota lain, terutama di area Gifu seperti Nagoya," kata Hori.

Di Takayama sendiri Hori mengatakan setidaknya baru ada sekitar enam restoran yang mendapat sertifikasi halal. Untuk restoran lain yang tidak mengikuti sertifikasi, mereka mencantumkan simbol yang mudah dimengerti apabila suatu produk mengandung unsur haram seperti babi atau alkohol layaknya pada sake.

"Sertifikasi halal ini sendiri memang tidak kami dapatkan dari lembaga Indonesia atau Malaysia. Sertifikasi ini didapat dari lembaga Jepang jadi mungkin tidak terlalu menarik bagi wisatawan Indonesia atau Malaysia karena berbeda. Tapi setidaknya kita sudah berusaha," ungkap Hori.

"Di restoran itu juga ada ruangan salat," lanjutnya.

Hori mengaku dalam beberapa waktu ke depan pihaknya juga akan mengundang beberapa agen travel Indonesia yang biasa menjual paket wisata untuk muslim. Tujuannya untuk mencari masukan bagaimana agar tempat-tempat wisata jadi lebih menarik di mata para turis.

"Kami menunggu kedatangan para turis terutama dari Indonesia karena populasinya sangat besar. Kami mulai berbenah dari sekarang karena kalau menunggu nanti saat sudah terjadi peningkatan (turis -red) yang tinggi maka sudah terlambat," tutup Hori. (fds/fay)
BERITA TERKAIT