Taman Burung Jurong, Taman Safari Malam (Night Safari Singapore), Taman Safari Sungai (River Safari) dan Kebun Binatang Singapura melaporkan lebih dari 600 kelahiran satwa dan penetasan sepanjang tahun 2016. Bayi-bayi ini berasal dari satwa dilindungi yang statusnya hampir punah.
Beberapa di antaranya adalah trenggiling Sunda, kura-kura terrapin bergambar (painted terrapin), bekantan, jalak Bali hingga jalak hitam (black-winged starling). Semua satwa ini memang statusnya di ambang kepunahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hanya salah satu di antara cara kami bekerja untuk membantu melindungi hewan-hewan ini dari kepunahan. Kami juga secara aktif mendukung upaya konservasi dan penelitian di habitat asli hewan tersebut," ujar Cheng dalam keterangan persnya, Selasa (28/2/2017).
Sepanjang 2016, ada 9 ekor kura-kura terrapin bergambar (painted terrapins) yang berhasil ditetaskan di bulan April. Di bulan yang sama, bayi bekantan juga lahir. Sejak 1999, ada 30 kelahiran bekantan di Kebun Binatang Singapura. Angka kelahiran ini merupakan yang tertinggi di luar habitat aslinya di Indonesia.
Di Taman Safari Malam (Night Safari), ada bayi gajah bernama Neha yang lahir 12 Mei 2016. Sementara pada 7 Oktober 2016, lahir bayi trenggiling Asia yang kelima sejak tahun 2011. Ini menjadikan Taman Safari Malam salah satu taman margasatwa yang paling sukses di dunia dalam pemeliharaan dan pengembangbiakan mamalia.
Sementara itu, di Taman Burung Jurong, tiga jalak hitam dan empat jalak Bali berhasil ditetaskan. Taman ini bekerjasama erat dengan organisasi seperti Pusat Penangkaran Cikananga di Indonesia, yang berupaya menyelamatkan populasi burung langka, dan berharap dapat melepasliarkan mereka di habitat aslinya.
(bnl/bnl)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru