Pemerintah menjadikan kunjungan Raja Salman untuk memperkenalkan pariwisata dalam negeri. Kementerian Pariwisata mengharapkan peningkatan 50 persen wisatawan Timur Tengah usai kunjungan Raja Salman.
Hal ini dikatakan usai Rapat Koordinasi Pariwisata dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kemenko Maritim, BKPM,dan Bank Dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2016, jumlah kunjungan wisatawan Timur Tengah 240 ribu orang. Peningkatan 50 persen kunjungan wisatawan Tumir Tengah sangat dimungkinkan karena Raja Salman sebagai tokoh yang terbesar di wilayah Timur Tengah.
"Sudah seperti itu gratis lagi. Kalau untuk orang marketing itu sangat mahal dan itu betul-betul kita promosikan," kata Arief.
Kementerian Pariwisata telah mempromosikan kedatangan Raja Salman ke Indonesia, khususnya Bali di luar negeri. Arief mengatakan pemeerintah akan memanfaatkan kunjungan Raja Salman untuk mempromsikan pariwisata Tanah Air.
"Nanti Bali adalah destinasi yang terkenal, Raja Salman pun juga terkenal. Ini dua endorser bertemu nanti akan dahsyat," ucapnya.
Tidak hanya itu, Wapres JK juga telah menginstrksikan untuk membuat proposal pariwisata di Sumatera Barat setelah Arab Saudi memiliki ketertarikan pariwisata di wilayah itu.
"Karena memang mereka sangat tertarik untuk masuk di pariwisata Sumbar. Jadi kita punya salah satu destinasi yang kita unggulkan namanya Mandeh. Mandeh ini Raja Ampat-nya Sumatera," ujarnya. (fiq/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh