Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 baru saja diresmikan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran ini dilaksanakan 10-12 Maret di Jakarta dan 23 kota lainnya secara serentak. Beberapa di antaranya adalah Medan, Batam, Jambi, Palembang, Pontianak, Manado dan lain-lain.
Untuk di Jakarta, pameran berlangsung di JCC sejak pukul 10.00 WIB. Traveler dapat mencari tiket pesawat murah hingga palet wisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hal bagus sinergi antara pemerintah industri, tak hanya airlines tapi ada juga perbankan. Kita berharap GATF semakin banyak menawarkan tak hanya 10 destinasi tapi juga destinasi yang punya produk unggulan seperti Raja Ampat, Kalimantan dan destinasi lain di luar prioritas," jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti dalam pembukaan GATF di JCC, Jakarta, Jumat (10/3/2017).
Beberapa penawaran di GATF adalah tiket PP Jakarta-Australia sekitar Rp 3,5 juta, Jepang Rp 2,5 juta, Korea Rp 3,1 juta, Singapura Rp 400 ribu, London Rp 7,1 juta, Bali dan Labuan Bajo Rp 900 ribu, serta Yogyakarta Rp 400 ribu.
Dalam pelaksanaannya, Garuda Indonesia bekerjasama dengan BNI sebagai bank partner.
"Kami berterimakasih BNI kembali dipercaya sebagai partner. Kedua BUMN (Garuda Indonesia dan BNI) juga berkomitmen mengembangkan industri kreatif dalam bidang pariwisata," kata Dirut BNI Achmad Baiquni.
GATF 2017 agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Sesuai dengan tema 'Digital Experience', pada penyelenggaraan di tahun kesembilan ini akan diadakan pula GATF secara online, yang dapat diakses dari mobile apps Garuda Indonesia yang telah disempurnakan.
"Kami menawarkan harga menarik untuk hampir seluruh rute inbound ke Indonesia dari destinasi internasional yang kami layani," kata Dirut Garuda Arif Wibowo.
Hal ini juga dilakukan untuk mendukung target 15 juta wisatawan mancanegara tahun 2017, yang telah ditetapkan pemerintah. (krn/msl)












































Komentar Terbanyak
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Ribuan Vila Terancam Delisting, Pemerintah Tegaskan Bukan Mempersulit Usaha