Liburan Rombongan Raja Salman ke Bali Beri Direct Impact yang Luar Biasa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Liburan Rombongan Raja Salman ke Bali Beri Direct Impact yang Luar Biasa

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Jumat, 10 Mar 2017 17:55 WIB
Liburan Rombongan Raja Salman ke Bali Beri Direct Impact yang Luar Biasa
Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pemasaran Pasar Pariwisata Nusantara Kemenpar (Wahyu/detikTravel)
Jakarta - Liburan rombongan Raja Salman memberi efek dahsyat bagi pariwisata Indonesia. Ini juga jadi momentum untuk mempromosikan destinasi unggulan dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pemasaran Pasar Pariwisata Nusantara Kemenpar seusai acara pembukaan Horevaganza Great Sale di Main Atrium Mal Gandaria City, Jakarta, Jumat (10/3/2017).

Kepada awak media, Esthy menyebut liburan Raja Salman ke Bali memberi dampak yang besar, tak hanya bagi dunia pariwisata, tetapi juga di bidang ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau indirect impact kunjungan sih belum terlihat, tapi direct impact-nya di ekonomi sungguh luar biasa. Mulai dari hotel, transportasi, merchandise, semuanya. Pendekatan dari investasi dan perdagangan juga, sudah mulai kan," ungkap Esthy kepada detikTravel.

Esthy juga menyebut kunjungan Raja Salman ini sebagai momentum untuk mempromosikan destinasi unggulan di Indonesia. Bak momen Gerhana Matahari Total, kunjungan ini sangat sayang untuk dilewatkan.

"Kayak momen Gerhana Matahari Total, ini harus kita benar-benar manfaatkan untuk promosi. Bahwa ternyata dari sekian banyak destinasi, Raja Salman kita yang dipilih. Yang jelas, dari sisi image sudah sangat bagus, sampai raja salman mau berkunjung," ucap Esthy.

Menurut Esthy, destinasi di Indonesia sangat cocok untuk turis Timur Tengah karena karakteristiknya sesuai dengan preferensi mereka. Turis Timur Tengah suka sekali dengan alam dan juga wisata bahari, sementara Indonesia punya banyak destinasi seperti itu.

"Karakteristik turis Timteng itu suka ke alam dan bahari. Kita punya destinasi yang masih potensial untuk ditawarkan, seperti Lombok dan juga Sumba," ujar Esthy. (rdy/rdy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads