Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Seperti diketahui, Bali baru saja menyabte penghargaan sebagai destinasi terbaik dunia versi situs review online travel, TripAdvisor. Pemilihannya berdasarkan survei, Pulau Dewata pun mengungguli destinasi tersohor lainnya di dunia seperti London atau Paris.
Namun, Arief meminta jangan berpuas diri dulu. Ada faktor '3A' yang harus diperhatikan agar pariwisata Bali terus menjadi yang nomor satu di dunia. Faktor-faktornya itu adalah atraksi, akses dan amenitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelabuhan dan marina di Bali juga harus digodok, agar turis yang naik kapal pesiar dan yacht pun makin nyaman ke Bali. Kemudian, pembangunan pariwisata Bali masih pula tidak merata. Hanya terpusat di bagian selatannya saja.
"Masih ada ketimpangan selatan-utara dan timur-barat. Digitalisasi dan desa wisata harus terus didorong agar semakin kuat. Kalau atraksi wisata di Bali, sudah bagus," terang pria asal Banyuwangi tersebut.
Semoga ke depan, Bali punya dua bandara sehingga semua pesawat tak perlu penuh sesak di Bandara Ngurah Rai. Jalanan dari Bali bagian selatan ke utara juga makin bagus. Hotel-hotel dan resor-resor dapat terbangun di bagian utara, timur dan barat Bali. (aff/wsw)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica