Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 07 Apr 2017 07:25 WIB

TRAVEL NEWS

Liburan Bareng Anak Gadisnya, Traveler di Inggris Disangka Pedofil

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Foto: Craig dan anaknya Millie, yang salah disangka sebagai pedofil (Craig Darwell/Facebook)
Foto: Craig dan anaknya Millie, yang salah disangka sebagai pedofil (Craig Darwell/Facebook)
Surrey - Apes betul traveler pria dari Inggris ini. Dia yang liburan bersama anak gadisnya, malah disangka sebagai seorang pedofil. Parah!

Tuduhan serius namun salah kaprah ini menimpa Craig Darwell (46), seorang duda beranak satu dari Inggris. Craig dituduh melakukan tindakan pedofilia, setelah kedapatan mengajak remaja berusia 13 tahun menginap di sebuah hotel bernama Travelodge, di Kota Surrey, Inggris.

Padahal ternyata, gadis tersebut adalah anak kandungnya sendiri. Kisah Craig ini pun ramai diberitakan beberapa media internasional.

Ditelusuri detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (6/4/2017), cerita bermula ketika Craig bersama Millie, anak perempuannya hendak check in ke hotel Travelodge pada Kamis (30/4) pekan lalu. Craig diketahui hendak mengajak Millie liburan ke taman hiburan Thorpe Park, yang letaknya tak jauh dari hotel tersebut.

Seusai memarkirkan mobil dan hendak check in ke dalam hotel. Alangkah terkejutnya Craig, setelah petugas resepsionis hotel mulai menanyakan apakah benar dirinya adalah ayah kandung dari Millie, serta meminta Craig menunjukkan buktinya.

"Petugas resepsionis mulai menanyakan bukti bahwa aku adalah ayahnya. Dia bilang bahwa itu adalah kebijakan hotel. Aku pun membuka Facebook dan menunjukkan pesan yang kukirimkan untuk Millie. Ini sungguh aneh dan sangat tidak disangka. Kemudian dia bilang, dia sudah menelepon polisi, jadi aku harus menunggu mereka datang," cerita Craig seperti ditulis media The Sun.

Tentu saja Craig merasa sangat marah dan terganggu atas tuduhan tersebut. Bagaimana mungkin dia dituduh sebagai seorang pedofil terhadap anak kandungnya sendiri.

Padahal jika petugas hotel tahu, Craig sudah kehilangan Sarah, ibunda Millie sejak Millie masih berusia 4 tahun. Sarah meninggal dunia akibat penyakit leukimia yang dideritanya. Sejak Sarah meninggal, Craig memang mengasuh Millie seorang diri. Pergi kemanapun mereka selalu berdua.

Setelah polisi datang, barulah Craig menjelaskan semuanya kepada mereka, dan juga kepada petugas hotel. Saat itulah semua menjadi jelas, dan tuduhan pedofilia terhadap Craig langsung mental dengan sendirinya.

"Pihak kepolisian mendapat laporan dari petugas hotel Travelodge pada Kamis (30/3), pukul 20.00 malam karena ada kekhawatiran. Petugas datang, dan tidak ada yang ditahan. Pihak hotel, taksi, dan seluruh pihak terkait di sini dibekali dengan pengetahuan untuk mengidentifikasi anak-anak yang rawan terhadap tindakan eksploitasi," ujar juru bicara kepolisian setempat.

Sementara itu, di sosial media kontroversi juga turut mengiringi kisah Craig ini. Seperti biasa, ada pihak yang pro dan ada juga pihak yang kontra. Pihak yang pro dengan Craig menyalahkan pihak hotel Travelodge yang asal main tuduh saja, tanpa meminta bukti-bukti terlebih dahulu.

Sementara di sisi lain, banyak yang memuji langkah preventif dari pihak hotel untuk menanggulangi tindak pedofilia. Bahkan beberapa menyebut seharusnya Craig berterima kasih terhadap petugas Travelodge.

Juru bicara hotel Travelodge sendiri sudah meminta maaf terhadap Craig dan juga Millie. Tindakan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk melindungi anak gadis yang masih di bawah umur.

"Kolega kami mendapat pelatihan berdasarkan standar nasional yang telah ditentukan oleh pihak kepolisian, serta departemen terkait. Aksi ini dilakukan untuk melindungi anak-anak yang rawan terhadap tindakan pelecehan seksual. Penilaian kami terhadap Tuan Craig tidak tepat, dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dtimbulkan. Kami akan mengambil pelajaran dari kasus ini, dan akan lebih hati-hati lagi di masa yang akan datang," ujar juru bicara Hotel Travelodge seperti ditulis media The Telegraph.

Ada-ada saja... (wsw/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA