Selamat dari Gunung Meletus Gara-gara Ikan Kaleng

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Selamat dari Gunung Meletus Gara-gara Ikan Kaleng

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 07 Apr 2017 15:50 WIB
Selamat dari Gunung Meletus Gara-gara Ikan Kaleng
Foto: Benito Aclo (BBC Travel/Jacob Maentz)
Mambajao - Camiguin adalah pulau wisata dengan gunung berapi di Filipina. Di sana ada kisah pria yang selamat dari gunung meletus gara-gara beli ikan kalengan.

Situs BBC Travel seperti ditengok detikTravel, Jumat (7/4/2017) mengulas tentang kehidupan Benito Aclo. Seorang pria asli Filipina yang tinggal di Gunung Hibok Hibok di Pulau Camiguin, bagian selatan Filipina.

Gunung setinggi 1.300-an mdpl ini sejatinya adalah gunung berapi yang aktif. Beberapa kali sempat meletus dan menelan banyak korban jiwa. 60-an Tahun lalu ketika masih remaja, Benito pun tinggal di lereng Gunung Hibok Hibok bersama ribuan orang lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tepatnya di tahun 1951, kala Benito berusia 12 tahun peristiwa kelam menimpa keluarga dan para penduduk yang tinggal di Gunung Hibok Hibok. Gunung itu meletus dan meluluhlantahkan tempat tinggalnya. Keluarga Benito semuanya tewas, total korban jiwa yang meninggal mencapai 500 orang dan ribuan lainnya luka-luka.

Benito sendiri kala itu selamat. Ketika gunungnya meletus, dia sedang disuruh oleh orang tuanya membeli ikan sarden kalengan.

"Saya sering disuruh mengambil barang-barang di bawah gunung. Ketika gunungnya meletus, saya sedang disuruh membeli ikan kaleng," kenangnya.

Ketika sudah berada di bawah gunung, betapa terbelalak mata Benito. Dia melihat Gunung Hibok Hibok meletus dahsyat dan mengeluarkan asap yang membumbung tinggi.

"Saya mau kembali ke atas untuk menyelamatkan keluarga saya. Ada banyak asap," kata Benito.

Namun sayang, Benito justru dievakuasi ke dekat Kota Davao, Mindanao Selatan. Tim SAR dan militer Filipina emang langsung mengevakuasi warga yang tinggal di kaki Gunung Hibok Hibok dan sekitarnya, untuk menetap di tempat yang lebih aman.

Betapa sedihnya Benito. Semua keluarganya tewas dan rumahnya hancur. Dia selamat hanya karena menjalankan perintah orang tuanya, membeli ikan kaleng. Perasaannya berkecamuk.

"Setiap hari (saya memikirkan keluarga saya yang meninggal). Yang paling sedih adalah ketika orang-orang berziarah ke pemakaman keluarga mereka yang meninggal akibat letusan gunung ini, saya malah tidak punya pemakaman keluarga saya yang entah kemana jasadnya," paparnya sambil berlinang air mata.

Kini, Benito tinggal di kaki Gunung Hibok Hibok besesrta istri dan anak-anaknya. Gunung Hibok Hibok sebenarnya tetap dibuka untuk umum dan merupakan destinasi wisata. Tapi kini, keamanan dan jalur evakuasi di sana sudah makin baik.

Pulau Camiguin pun punya hamparan pantai berpasir putih. Bawah lautnya juga indah, dengan kaya terumbu karang. Benito masih memilih hidup di kaki Gunung Hibok Hibok. Hidup dengan penuh damai, tanpa menyalahkan siapapun atas kejadian yang menimpa dirinya. Bahkan, tak sedikit turis yang datang ke Gunung Hibok Hibok ingin berjumpa dan mendengarkan ceritanya.

'Sardine Boy', begitu julukannya. (aff/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads