Kegiatan itu merupakan bagian dari 10 Program Prioritas Kemenpar RI tahun 2017. Itu bertujuan Untuk memacu daya saing wisata Indonesia di ranah persaingan dunia, dengan memperbaiki kelemahan pada unsur tata kelola ruang terbuka publik. Demi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional wilayah pesisir dengan menerapkan 7 sapta pesona seperti aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
"Hadirnya kami di sini untuk memberikan semangat serta wujud perhatian Menpar dalam mengembangkan destinasi wisata di Aceh yang baik dan teratur," kata Yabez L Tosia, pemerhati Pariwisata Indonesia, Kemenpar RI di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (27/4/2017) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Lhokseumawe ingin punya daya saing. Pemerintah setempat harus benar-benar komitmen. Harus adanya Peraturan Daerah (Perda) yang jelas untuk pengembangan destinasi wisata yang sudah ada," sebutnya.
Foto: (Datuk Haris Molana/detikTravel)Yabes juga menjelaskan Pemerintah Lhokseumawe perlu ada fokus pengembangan, jangan sporadis. Tentunya harus mempunyai pilot project matang dalam menata dan mengembangkan destinasi wisata.
Dalam Gerakan Nasional Sadar Wisata dan aksi Sapta Pesona di Lhokseumawe, seratusan relawan dari mahasiswa, ormas, duta wisata, masyarakat serta Pemerintah setempat melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Ujong Blang. Selain itu, Kemenpar bersama perwakilan DPR RI Komisi X, Muslim membagikan peralatan kebersihan kepada beberapa desa serta para pelaku usaha di Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru