Dari 13 komunitas etnis yang meramaikan event tahunan tersebut, mulai dari Tionghoa, Madura, Jawa, dan Sunda juga ikut andil dalam pagelaran yang merupakan rangkaian HUT Kota Cilegon ke-18.
Komunitas etnis Dayak menjadi peserta terakhir yang tampil dalam acara itu. Mereka terdiri dari puluhan orang yang memakai pakaian khas dayak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mumpung libur panjang, ada acara ini saya sama keluarga pengin melihat saja. Kebetulan sama keluarga datangnya," ujarnya kepada detikTravel, Sabtu (29/4/2017).
Event tahunan itu mengangkat tema 'Ethnic Multicultural in Harmony'. Tema itu diambil untuk mempresentasikan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai etnis dan diharapkan hidup harmonis dalam memajukan Indonesia.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi mengungkapkan, usia Kota Cilegon jika diibaratkan manusia merupakan usia remaja. Maka dari itu, kata dia, masyarakat Cilegon harus mampu mengelola keanekaragaman yang ada di wilayah paling barat pulau Jawa itu.
"Di usianya yang telah menginjak 18 tahun, Kota Cilegon harus mampu mengelola keanekaragaman tersebut dan selalu menggunakannya untuk program-program pembangunan," bebernya. (krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar