Kerja sama pariwisata Kutai Kartanegara dengan Seychelles untuk destinasi budaya dan kearifan lokal, sudah membuahkan hasil. Wisatawan pun berdatangan.
Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur mulai gencar mengembangkan pariwisata yang melibatkan budaya dan masyarakat lokal. Salah satu caranya dengan bekerjasama dengan Seychelles.
Menurut Nico Barito, Special Envoy of Seychelles for ASEAN, Seychelles dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersepakat untuk mempercepat pembangunan ekonomi pariwisata di Indonesia. Kutai Kartanegara dijadikan pilot project promosi bagi destinasi khusus yang mengandalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia.
"Memajukan destinasi wisata daerah seperti telur dan ayam, infrastruktur dahulu atau wisatawan. Pengalaman kami di Seychelles adalah membuat destinasi dikenal, memberi daya tarik khusus, sehingga wisatawan berdatangan dan akhirnya diikuti dengan pembangunan infrastruktur dan akomodasi kelas dunia," ujar Nico Barito dalam rilis kepada detikTravel, Jumat (12/5/2017).
Kegiatan kerjasama yang dicanangkan bersama Pemerintah Seychelles di akhir tahun 2016 pun mulai menunjukkan hasil. Dari tanggal 27 April sampai dengan 5 Mei 2017 lalu, kegiatan ini telah mendatangkan wisatawan perdana dari Prancis, Belanda, Jepang, Liberia, Madagaskar,Belgia, Republik Dominica, dan Italia.
Kunjungan selama 9 hari itu telah memberikan pendapatan kepada masyarakat setempat khususnya pengelola homestay, kuliner, pemandu wisata, penggiat budaya, dan pengrajin suvenir. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang bagi remaja setempat untuk berinteraksi traveler internasional.
Tahun 2017 memang telah dicanangkan sebagai tahun wisata dan kegiatan ekowisata budaya yang menjadi bagian dari tercapainya tujuan UN SDG (United Nations Sustainable Development Goals). Di Kutai Kartanegara fokus kepada pelestarian lingkungan dan budaya serta memberdayakan wanita dan remaja.
Ke depannya, kegiatan ini akan berlanjut dan secara berkala mendatangkan wisatawan remaja internasional yang ingin berinteraksi dalam nuansa petualangan alam dan 'eco-culture'.
(krn/fay)
Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur mulai gencar mengembangkan pariwisata yang melibatkan budaya dan masyarakat lokal. Salah satu caranya dengan bekerjasama dengan Seychelles.
Menurut Nico Barito, Special Envoy of Seychelles for ASEAN, Seychelles dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersepakat untuk mempercepat pembangunan ekonomi pariwisata di Indonesia. Kutai Kartanegara dijadikan pilot project promosi bagi destinasi khusus yang mengandalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan kerjasama yang dicanangkan bersama Pemerintah Seychelles di akhir tahun 2016 pun mulai menunjukkan hasil. Dari tanggal 27 April sampai dengan 5 Mei 2017 lalu, kegiatan ini telah mendatangkan wisatawan perdana dari Prancis, Belanda, Jepang, Liberia, Madagaskar,Belgia, Republik Dominica, dan Italia.
Kunjungan selama 9 hari itu telah memberikan pendapatan kepada masyarakat setempat khususnya pengelola homestay, kuliner, pemandu wisata, penggiat budaya, dan pengrajin suvenir. Kegiatan ini sekaligus membuka peluang bagi remaja setempat untuk berinteraksi traveler internasional.
Tahun 2017 memang telah dicanangkan sebagai tahun wisata dan kegiatan ekowisata budaya yang menjadi bagian dari tercapainya tujuan UN SDG (United Nations Sustainable Development Goals). Di Kutai Kartanegara fokus kepada pelestarian lingkungan dan budaya serta memberdayakan wanita dan remaja.
Ke depannya, kegiatan ini akan berlanjut dan secara berkala mendatangkan wisatawan remaja internasional yang ingin berinteraksi dalam nuansa petualangan alam dan 'eco-culture'.












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
Arahan Prabowo, Bandara Husein dan Adi Sutjipto Diaktifkan Lagi untuk Penerbangan Sipil
Bandara Husein Bangkit Lagi? Farhan Senyum Lebar Dapat Sinyal dari Prabowo